Menu Close

5 Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria yang Menyebabkan Kemandulan

Sistem reproduksi berperan penting dalam kelangsungan hidup. Banyak ilmuwan berpendapat bahwa sistem reproduksi adalah salah satu sistem terpenting di seluruh tubuh.

Namun sistem reproduksi cenderung rentan terhadap penyakit. Beberapa penyakit pada sistem reproduksi pria maupun wanita dapat mempengaruhi kesuburan atau menyebabkan kemandulan (infertilitas) jika tidak ditangani.

Cara kerja sistem reproduksi

Sistem reproduksi pria terdiri dari dua bagian utama, yaitu testis yang memproduksi sperma, dan penis yang juga termasuk dalam sistem saluran kemih. Sementara sistem reproduksi wanita terdiri dari vagina, rahim, ovarium (indung telur), dan tuba falopi (saluran telur).

Pembuahan terjadi jika sperma berhasil masuk ke saluran telur atau rahim. Lalu sel telur yang dihasilkan ovarium ditanam di lapisan rahim untuk memulai proses embriogenesis (pembentukan embrio) dan morfogenesis (pembentukan janin). 

Saat janin sudah cukup bulan untuk lahir, serviks membesar dan terjadilah kontraksi rahim untuk mendorongnya melalui jalan lahir.

Penyakit pada sistem reproduksi pria

Penyebab paling umum dari kasus infertilitas pria adalah jumlah dan kualitas sperma yang rendah. Pada kasus yang sangat jarang yang mempengaruhi 10-15 dari 100 pria tidak subur, seorang pria bisa tidak memiliki sperma dalam air maninya.

Masalah hormonal, cedera, terapi kanker, dan penggunaan obat-obatan mempengaruhi jumlah sperma. 

Namun ketidaksuburan pria juga bisa disebabkan oleh penyakit pada sistem reproduksi pria, diantaranya:

  1. Kanker testis

Kanker testis (buah zakar) bisa menyerang anak laki-laki dan pria dewasa. Testis terdiri dari banyak jenis sel yang dapat berkembang menjadi satu atau lebih jenis kanker. Beberapa contohnya yaitu kanker sel germinal testis dan limfoma testis.

Biasanya kanker berkembang di salah satu testis. Bagian testis yang tidak terdampak tetap bisa memproduksi hormon testosteron. 

Penderita kanker testis dan pasien yang menjalani pengobatan kanker testis bisa menyebabkan mereka tidak subur. Namun dalam beberapa kasus, jika pria memiliki satu testis yang sehat, tingkat kesuburannya bisa kembali setelah menjalani pengobatan kanker. 

  1. Kanker prostat

Prostat memproduksi cairan yang membantu menjaga cairan semen. Kanker prostat dapat mengganggu kemampuan tersebut. 

Perawatan kanker prostat, seperti radiasi juga dapat merusak kemampuan prostat untuk menghasilkan air mani atau merusak sel sperma di testis. Jika prostat diangkat, pria tidak lagi mampu membuat air mani dan infertilitas adalah dampak permanen dari tindakan tersebut.

  1. Kriptorkismus

Kriptorkismus adalah cacat lahir yang mempengaruhi 2-9% bayi laki-laki yang lahir cukup bulan. Kondisi tersebut menyebabkan bayi laki-laki terlahir tanpa salah satu atau dua testis. 

Kriptorkismus merupakan faktor risiko dari infertilitas, kanker testis, hipospadia, dan penyakit pada sistem reproduksi pria lainnya. Perawatan bedah bisa meningkatkan kemungkinan kesuburan, tapi penderita kriptorkismus tetap berisiko tinggi terkena kanker testis.

  1. Hipospadia

Hipospadia adalah kelainan penis bawaan dimana uretra tidak terletak di ujung penis, melainkan di posisi yang tidak seharusnya. Tingkat keparahan hipospadia ditentukan oleh lokasi pembukaan (lubang kencing).

Dalam kasus yang ringan, hipospadia tidak memerlukan perawatan bedah. Bentuk hipospadia yang parah memerlukan rekonstruksi bedah pada penis. 

Hipospadia tidak secara langsung menyebabkan kemandulan. Namun, pria dengan hipospadia yang parah berisiko mengalami infertilitas karena masalah yang menyertai. 

  1. Prostatitis

Prostatitis adalah pembengkakan kelenjar prostat yang dapat menyebabkan nyeri serta sulit buang air kecil dan ejakulasi. Hampir setengah dari semua pria pernah mengalami gejala prostatitis dalam hidup mereka. 

Prostatitis akut jarang mempengaruhi kesuburan pria, berbeda halnya dengan prostatitis kronis yang sangat mungkin menyebabkan kemandulan. Namun, kondisi tersebut bisa disembuhkan. 

Misalnya, pada prostatitis kronis yang disebabkan bakteri, perawatan dengan antibiotik bisa membalikkan peradangan dan kemandulan.

Catatan

Beberapa penyakit pada sistem reproduksi pria memang bisa mempengaruhi kesuburan pria, maka itu penting untuk selalu menjaga kesehatan sistem reproduksi Anda. 

Meski berisiko kemandulan, bukan berarti pria yang mengalami salah satu kondisi di atas tidak bisa memiliki anak seumur hidup. Anda bisa mendiskusikan masalah kesuburan sebelum perawatan dimulai. 

Salah satu contohnya adalah pembekuan sperma (kriopreservasi) dan menyimpannya di bank sperma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *