Menu Close

Analsik, Kegunaan HIngga Efek Sampingnya!

Analsik adalah jenis obat yang berguna dalam mengatasi rasa nyeri dari sedang hingga berat, terutama pada pasien pasca operasi. Obat ini termasuk dalam kategori obat keras yang digunakan atas resep dokter. 

Pada artikel kali ini, kami akan mengulas berbagai hal yang perlu Anda ketahui terkait dengan obat analsik ini. Apa saja kegunaannya, kandungannya, hingga efek sampingnya. Simak terus hingga akhir, ya!

no-image-drug

Obat apakah analsik?

Analsik adalah pereda nyeri yang mengandung 2 kombinasi zat aktif, diazepam dan metamizole. Diazepam adalah turunan dari obat benzodiazepine yang bekerja di dalam pikiran dan saraf (sistem saraf pusat) untuk memberikan efek relaksasi. Obat ini bekerja dengan meningkatkan hasil senyawa kimia. 

Sedangkan metamizole adalah obat analgesik yang bekerja untuk menurunkan nyeri rata-rata menjadi nyeri ekstrem dengan cara menghambat respon nyeri di dalam pikiran. 

Analsik termasuk dalam kategori NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid). Obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi zat tertentu yang memicu iritasi di dalam tubuh. Analsik sering digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat. 

Mengapa analsik diresepkan?

Secara umum, dokter akan menggunakan analsik untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan, meliputi:

  • Neurosis, kecemasan berlebihan, depresi, dan tekanan secara psikologis. 
  • Mengatasi masalah gangguan tidur, stimulasi motorik berbagai etiologi dalam neurologi dan psikiatri, serta sindrom alkohol kronis. 
  • Epilepticus premedikasi sebelum anestesi
  • Bantuan persalinan, kelahiran prematur, solusio plasenta (terlepasnya plasenta dari dinding rahim), dan tetanus
  • Kondisi kejang yang berhubungan dengan lesi pada otak atau sumsum tulang belakang, myositis, dan bursitis (peradangan kantung cairan di bawah otot atau sendi)

Efek samping analsik 

Beberapa efek samping yang tidak diinginkan yang paling umum terjadi adalah:

  • Mengantuk
  • Kelemahan otot
  • Pusing 

Yang jarang terjadi:

  • Kebingungan
  • Depresi
  • Penglihatan kabur
  • Diplopia
  • Sakit kepala 
  • Tremor
  • Ataksia 
  • Sistem endokrin, libido meningkat atau menurun
  • Sistem kemih, inkontinensia
  • Sistem kardiovaskular, bila diberikan parenteral mungkin ada penurunan tekanan darah
  • Sistem pernapasan, bila diberikan parenteral dalam satu kasus-gangguan pernapasan
  • Reaksi alergi, ruam kulit. 

Dalam kasus tunggal, respon paradoks: kegembiraan, kecemasan, gangguan tidur, dan halusinasi. Setelah injeksi terkadang terdapat cegukan. Dan, dalam penggunaan jangka panjang dapat mengembangkan ketergantungan obat, dan gangguan memori. 

Bagaimana penggunaan analsik pada kehamilan dan menyusui?

Analsik (diazepam) sebaiknya tidak digunakan pada trimester pertama kehamilan, kecuali pada kasus yang sangat membutuhkan. Pemberian analsik selama kehamilan dapat secara signifikan mengubah denyut jantung janin. 

Bila digunakan dalam dosis kebidanan dianjurkan untuk memfasilitasi persalinan, bayi baru lahir (kebanyakan prematur) mungkin terjadi hipotonia otot sementara, hipotermia, dan gagal napas. 

Bila diminum secara teratur selama menyusui sebaiknya hentikan penggunaan obat. Pun, sebaiknya hindari penggunaan analsik jika masih menyusui bayi baru lahir, karena belum sepenuhnya terbentuk sistem enzim yang terlibat dalam metabolisme analsik (diazepam). 

Pencegahan dan peringatan sebelum menggunakan analsik

Sebelum mengonsumsi obat analsik, ini akan menjadi signifikan agar Anda bisa memperhitungkan semua kelebihan dan bahaya obat ini. Akibatnya obat ini tidak boleh digunakan. Berikut beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui sebelum mengonsumsi analsik, meliputi:

  • Beri tahu dokter bila Anda mengalami gejala alergi atau tanda-tanda yang tidak biasa setelah menggunakan obat ini atau obat lain. 
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat atau masalah pembekuan darah atau masalah darah. 
  • Beri tahu dokter Anda bila Anda memiliki riwayat penyakit ginjal dan hati. 
  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami keputusasaan yang berat.
  • Beri tahu dokter tentang semua obat yang Anda minum, termasuk vitamin, suplemen herbal, atau suplemen makanan. 
  • Obat ini berdampak mengantuk. Jadi, jangan mengendarai kendaraan bermotor atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsinya. 
  • Obat ini tidak bermanfaat untuk penggunaan jangka panjang. 

Kesimpulannya, analsik merupakan salah satu kategori obat keras yang harus menggunakan resep dokter sebelum menggunakannya, terlebih lagi jika Anda sedang hamil atau pun menyusui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *