Menu Close

Apakah Encephalomalacia dan Seberapa Seriuskah?

Pernahkah Anda mendengar tentang masalah kesehatan yang terjadi di dalam kepala atau otak yang bernama Encephalomalacia? Atau pernahkah Anda merasa atau kelaurga mengalami kejang, stres, nyeri, suasana hati sering sekali murung, kelelahan dan sering cemas?

Nah, beberapa gejala tersebut merupakan tanda-tanda yang diderita oleh orang dengan encephalomalacia. Encephalomalacia adalah istilah yang digunakan medis untuk pelunakan atau hilangnya jaringan otak yang disertai dengan atau tanpa gliosis. Gliosis adalah reaksi perbanyakan sel otak sebagai respon terhadap cedera otak. Namun, seberapa seriuskah penyakit ini untuk seseorang?

Seberapa seriuskah encephalomalacia?

Jadi, encephalomalacia adalah salah satu komplikasi dari cedera otak. Cedera otak sendiri umumnya terjadi karena stroke, infeksi, trauma tulang tengkorak dan otak, atau cedera otak lainnya.

Encephalomalacia adalah kondisi serius yang menyebabkan pelunakan jaringan di otak. Atau yang biasa dikenal sebagai pelunakan otak. Untungnya, kasus encephalomalacia agak jarang terjadi, meskipun penyakit tersebut dapat menyerang pasien dari semua kelompok usia dan etnis apapun.

Penyebab encephalomalacia

Penyebab yang paling umum sebagai penyebab dari encephalomalacia adalah stroke, yang terjadi karena gangguan suplai darah ke otak, baik karena kurangnya suplai darah ke jaringan otak atau karena perdarahan pada pembuluh darah di otak. Darah beroksigen tersebut sangat penting sebagai fungsi dan pemeliharaan sel-sel otak yang akan rusak atau mati jika suplai darah tidak segera pulih.

Beberapa para profesional medis sering kali menganggap penyebab mirip dengan penyebab aliran darah yang terhambat di otak. Bakteri, virus, dan jamur dapat menyebabkan infeksi yang menyebabkan kondisi ini. Sesuatu yang serius seperti cedera otak traumatis dapat menyebabkan encephalomalacia tergantung pada tingkat keparahan cedera. Nah, berikut beberapa penyebab lain dari penyakit ini:

  • Penumpukan darah yang tidak normal. Hal ini terjadi ketika aliran darah di otak terganggu, kondisi ini mungkin juga dikarenakan peradangan otak yang tidak normal atau pengangkatan tumor otak yang merusak otak.
  • Stroke. Kerusakan jaringan otak yang diakibatkan kondisi seperti stroke dapat memicu pembentukan jaringan parut. Area jaringan ini mengalami kontraksi dan akhirnya membentuk encephalomalacia di dalam otak.
  • Cedera otak (traumatis). Trauma yang kuat di tengkorak dapat menyebabkan memar dan kemungkinan kerusakan otak jika kekuatan itu cukup kuat.

Penyebab lain dari encephalomalacia:

  • Degenerasi otak
  • Kerusakan otak
  • Stroke atau infeksi
  • Penyumbatan suplai darah ke otak
  • Iskemia serebral
  • Patogen biologis yang melepaskan racun kimiawi yang menginfeksi otak
  • Kista leptomeningeros
  • Operasi.

Gejala atau efek samping encephalomalacia

Seperti yang sebelumnya telah dijelaskan bahwa encephalomalacia memiliki gejala seperti:

  • Sakit kepala parah
  • Mengantuk yang parah
  • Sensasi vertigo
  • Merasa adanya tekanan di kepala (beberapa penderita)
  • Mati rasa atau kelumpuhan pada salah satu bagian tubuh
  • Kehilangan memori dan perubahan suasana hati jika lobus frontal terpengaruh
  • Penurunan fungsi otak
  • Gangguan pengelihatan yang mungkin permanen atau sementara

Bahkan pada beberapa orang bisa mengalami kebutaan, kehilangan bicara, dan bahkan bisa koma. Efek samping yang paling serius dari encephalomalacia adalah kejang, kelumpuhan, koma, serta kematian.

Bagaimana harapan hidup penderita encephalomalacia?

Magnetic resonance imaging atau MRI atau CT Scan dapat membantu dokter dalam menentukan apakah pasien menderita encephalomalacia atau tidak. Dokter akan melakukan pemindaian otak dan menentukan apakah ada yang hilang dari organ vital (otak) Anda atau tidak. Perkembangan encephalomalacia akan bervariasi pada setiap pasien. Begitupun dengan harapan hidup pada setiap pasien pun bervariasi tergantung pada berdasarkan seberapa baik dokter menangani penyakit tersebut.

Perawatan encephalomlacia

Biasanya jaringan otak yang yang telah rusak atau hilang akan selamanya dan tidak dapat dibangun kembali setelah rusak. Hal inilah yang menyebabkan otak begitu penting. Artinya, fokus utama perawatan kerusakan otak adalah untuk mengurangi kerusakan tambahan atau mencegahnya terjadi sejak awal. Perawatan encephalomalacia sering kali melibatkan hal-hal berikut:

  • Menentukan kondisi mendasar yang menyebabkan perubahan pada jaringan otak ini
  • Penghapusan jaringan otak yang rusak dalam kasus yang parah. Namun demikian, tidak ada jaminan kembalinya fungsi tubuh
  • Terapi sel induk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *