Menu Close

Bagaimana Jika Obat Antibiotik Tidak Dihabiskan?

obat antibiotik

Antibiotik merupakan kelompok obat yang dapat mengatasi dan mencegah pertumbuhan bakteri penyebab penyakit atau infeksi. Penggunaan obat antibiotik ini harus dengan anjuran dokter. Dokter akan menyesuaikan dosis dengan kondisi pasien, memberitahukan hal-hal yang harus diperhatikan sebelum dan saat menggunakan obat, serta efek samping yang dapat terjadi atas penggunaan antibiotik.

Obat antibiotik ini diberikan jika seseorang terserang penyakit akibat infeksi bakteri atau sejumlah kondisi yang disebabkan oleh bakteri, contohnya flu, diare, pneumonia, dan lain sebagainya. Antibiotik adalah obat yang harus dihabiskan atau tidak boleh disisakan dan  harus tetap diminum sampai habis meski tubuh sudah pulih dan sehat lagi.

Apabila antibiotik tidak dihabiskan, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi kembali, bahkan kondisinya bisa lebih parah. Selain itu, tidak menghabiskan antibiotik juga bisa membuat bakteri tertentu menjadi kebal terhadap pengobatan selanjutnya. Maka dari itu, saat menerima resep obat antibiotik, pastikan untuk mengonsumsinya sesuai dengan petunjuk dan cara yang disarankan dokter, salah satunya dikonsumsi sampai habis.

Kamu diperbolehkan berhenti minum obat antibiotik hanya jika dokter yang menyarankan untuk melakukannya. Pada kondisi ini, kamu tidak boleh asal memutuskan sendiri, karena kamu tidak mengetahui secara medis apa dampaknya pada tubuh. Beberapa jenis penyakit tertentu, misalnya, infeksi saluran kemih atau nyeri yang terjadi pada dada, saran untuk berhenti konsumsi mungkin ada, meski antibiotik belum habis. 

Apabila dokter tidak memberikan saran untuk berhenti, jangan pernah coba-coba untuk berhenti minum antibiotik sampai sepenuhnya habis. Jangka waktunya tidak lama kok, biasanya berkisar antara 3 hingga 7 hari. Jika penyakit belum membaik, dokter bisa meminta kamu untuk kontrol dan memutuskan tindakan lanjutan. 

  • Dampak Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik yang Diresepkan

Obat antibiotik yang diresepkan dan tidak dihabiskan memicu terjadinya resistensi antibiotik pada tubuh. Meski sudah merasa sehat, bisa saja bakteri yang menginfeksi tubuh masih belum sepenuhnya mati. Sisa bakteri yang masih hidup ini bisa kembali bermutasi dan menginfeksi ulang. 

Bakteri yang belum mati kembali berkembang biak dan berpindah, menyebabkan terjadinya infeksi ulang yang bisa menyerang bagian tubuh lain. Mutasi ini menyebabkan bakteri menjadi lebih kebal terhadap antibiotik tertentu, seperti antibiotik yang diresepkan padamu atau setara. Infeksi yang terjadi lagi membuat bakteri tidak mati dengan obat antibiotik tersebut. Ini membuat bakteri tersebut menjadi sulit dimatikan, dan berisiko menyebabkan kematian. 

Resistensi antibiotik juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi buruk lainnya, salah satunya peningkatan biaya dan waktu pengobatan. Infeksi penyakit yang semakin buruk bisa berujung pada gangguan kesehatan serius, hingga membuat pengidapnya menjadi kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja. 

Untuk menghindari risiko resistensi dan memastikan bakteri sepenuhnya musnah, pastikan untuk mengonsumsi antibiotik sampai habis. Namun, jika gejala penyakit tidak kunjung membaik atau malah menjadi semakin buruk, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kembali ke rumah sakit. Bisa jadi, obat yang diberikan dokter harus diganti karena tidak sesuai dengan kondisi tubuh. 

Nah, oleh karena itu, obat antibiotik sebaiknya dikonsumsi secara pribadi, sesuai dengan resep dokter. Jangan pernah memberi antibiotik pada anggota keluarga, teman, atau orang lain. Menghabiskan obat antibiotik sesuai resep bisa membantu membunuh semua bakteri penyebab infeksi serta membantu mencegah terjadinya resistensi antibiotik. 

Terkadang, gejala mungkin tidak sepenuhnya hilang, tapi obat antibiotik tetap harus dikonsumsi sesuai resep. Pastikan untuk mengonsumsi obat antibiotik sesuai waktu yang sudah ditentukan dan disarankan dokter, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *