Menu Close

Batu Tawas, Bahan Alami untuk Hilangkan Bau Badan

Banyak orang menggunakan deodoran agar lebih segar dan terhindar dari bau badan. Namun, seiring kesadaran menerapkan gaya hidup sehat, banyak orang mulai kembali melirik bahan alami. Termasuk untuk menghilangkan bau badan. Oleh karenanya, batu tawas mulai banyak digunakan kembali.

Selain lebih aman, kandungan antibakteri dan harga yang relatif murah juga menjadi daya tarik dari batu tawas ini. Penggunaannya bahkan tidak terbatas untuk deodoran, orang menggunakannya sebagai astringent topikal, antiseptik untuk luka, dan obat jerawat.  

Atasi bau badan dengan batu tawas

Hampir semua orang lebih banyak berkeringat di bagian ketiak. Hal ini wajar sekali, sebab dari 2-4 juta kelenjar keringat yang terdapat di dalam tubuh, sebagian besarnya terdapat di ketiak.

Keringat yang banyak dikeluarkan oleh ketiak menjadi salah satu pemicu bau badan. Sebetulnya, keringat saja tidak menyebabkan bau, tetapi keringat yang bertemu dengan bakteri menciptakan bau tidak sedap.

Batu tawas mampu menciptakan ‘penghalang’ berpori yang mencegah bakteri berinteraksi dengan keringat. Dengan demikian, tidak akan muncul bau badan meskipun ketiak Anda banyak berkeringat.

Jadi, saat Anda tetap berkeringat bukan berarti batu tawas tidak memberikan efek. Sebab bahan ini memang tidak mencegah pengeluaran keringat. Akan tetapi, seperti disebutkan sebelumnya, Anda akan bebas bau badan meskipun dalam kondisi berkeringat.

Kemampuan antimikroba dari batu tawas telah diuji melalui penelitian ilmiah. Salah satunya, berdasarkan hasil penelitian yang dirilis oleh Journal of Clinical and Health Science, diketahui bahwa batu tawas memiliki efek antibakteri yang cukup luas, mampu membasmi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

Dari penelitian tersebut, diketahui pula bahwa batu tawas memiliki efek antijamur.  Secara spesifik, batu tawas juga dapat membunuh bakteri penyebab bau badan.

Cara penggunaan batu tawas

Bagi Anda yang ingin beralih ke bahan alami, batu tawas dapat menjadi alternatif pengganti deodoran. Di pasaran, batu tawas tersedia dalam bentuk cair, serbuk, serta padat. Anda dapat memilih bentuk sediaan yang dirasa paling cocok.

Di samping bentuk sediaan tersebut, Anda juga dapat menggunakan batu tawas dalam bentuk aslinya, yaitu batu kristal. Memang ada trik khusus bila Anda ingin menggunakan dalam bentuk batu kristal.

Pertama, batu tawas perlu disiram dengan air. Sebelum mulai digunakan, perhatikan adakah bagian runcing dari batu tersebut. Usahakan Anda tidak menggosok badan dengan bagian batu yang runcing.

Selanjutnya, gosokkan batu tawas pada bagian-bagian tubuh yang biasa menghasilkan banyak keringat. Lakukan terus proses ini sampai bagian tubuh yang digosok mulai terasa kering. Saat sudah terasa kering, artinya penggunaan batu tawas sudah mencukupi. 

Disarankan untuk memakai batu tawas persis setelah mandi. Pada waktu tersebut, biasanya badan masih bersih dan belum berkeringat. Pastikan pula untuk mengaplikasikan batu tawas secara merata pada bagian tubuh yang paling banyak berkeringat.

Penggunaan batu tawas sangat sesuai bila Anda ingin beralih ke bahan alam dan menghindari efek buruk bahan kimia. Namun, bukan berarti batu tawas tidak memiliki efek samping sama sekali. Anda mungkin mengalami iritasi saat menggunakan batu tawas.

Iritasi mungkin timbul saat ada luka atau Anda baru saja bercukur. Gejala-gejala lain yang mungkin timbul adalah ruam dan gatal. Biasanya, kondisi ini akan membaik setelah beberapa waktu. Namun, jika iritasi terus terjadi, sebaiknya hentikan penggunaan batu tawas. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *