Menu Close

Ada Benjolan di Ketiak? Tenang, Belum Tentu Berbahaya

Ada Benjolan di Ketiak? Tenang, Belum Tentu Berbahaya

Munculnya benjolan di ketiak kerap dianggap sebagai penanda bahaya, sama seperti benjolan yang keluar di sekitar leher. Memang, kemungkinan besar benjolan itu terjadi akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Perlu untuk diketahui bahwa ketika kelenjar getah bening bereaksi, ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh manusia.

Akan tetapi kenyataan itu tak sekonyong-konyong membuat seluruh benjolan di ketiak disebabkan oleh masalah kesehatan serius. Ada pula beberapa kondisi yang cenderung tidak berbahaya di balik munculnya benjolan di salah satu organ limfatik tersebut.

Ada baiknya kamu mengetahui beberapa kondisi tidak berbahaya yang bisa menimbulkan benjolan di ketiak tersebut. Berikut di antaranya:

  • Jerawat

Salah satu masalah kulit ini memang bisa muncul di mana saja, tak terkecuali di ketiak. Secara medis, jerawat adalah erupsi kulit kecil yang berisi minyak, sel kulit mati, dan kuman. Umum dikatakan sebagai tanda pubertas, jerawat terjadi karena hormon meningkatkan produksi minyak kulit dan menyumbat pori-pori. Dan, ya, jerawat sama sekali bukan kondisi kesehatan yang serius.

Gejala umum jerawat terlihat pada warna pori-pori. Pori-pori tampak hitam dan datar karena minyak yang terpapar udara; pori-pori tampak putih karena permukaannya tertutup sel kulit mati, atau terlihat seperti lepuh yang bengkak berwarna kuning keputihan dan berisi nanah, serta meradang.

Untuk mengatasi jerawat yang muncul di ketiak, sebenarnya tak perlu perawatan dari dokter. Dengan sendirinya jerawat yang menyebabkan benjolan di ketiak itu bisa sembuh sendiri. Kita hanya perlu menjaga pola makan dan kebersihan diri, serta menggunakan obat jerawat yang dijual bebas kalau perlu. 

  • Bisul

Sama seperti jerawat, bisul juga dapat tumbuh di mana saja. Apabila penyebab benjolan di ketiak benar disebabkan oleh bisul, seseorang tak perlu panik atau khawatir. Sebab, pengobatannya cukup sederhana. Perawatan bisul dapat dilakukan dengan menyayat dan menyedot nanah bisul. Lalu, penyembuhan dapat dilakukan dengan mengoleskan krim atau pengobatan antibiotik ke lokasi bisul.

Dalam istilah medis sendiri bisul disebut furunkel. Kondisi ini terjadi lantaran infeksi pada folikel rambut. Bisul disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang masuk lewat kerusakan kulit.

Bakteri S. aureus dapat ditemukan di mana saja. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri amat membantu terhindar dari kemungkinan ini. Mereka yang memiliki sistem imun yang lemah, punya diabetes, dan infeksi kulit lainnya adalah golongan orang yang paling rentan terkena furunkel.

Gejala bisul adalah satu benjolan bengkak di bawah kulit yang memerah, terasa nyeri, dan berisi nanah. Bisul harus segera diobati karena dapat menyebar ke aliran darah dan menyebar ke bagian tubuh lain.

  • Abses

Abses adalah kantung nanah besar yang terbentuk tepat di bawah kulit. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri lewat luka kecil. Prosesnya mulai terjadi ketika tubuh melawan bakteri dengan sel darah putih atau leukosit, hingga nanah terakumulasi dan membentuk abses.

Gejala umum abses kulit adalah benjolan nanah yang besar, memerah, dan membengkak, serta sensasi nyeri di bagian tubuh mana pun (bukan hanya di abses). Jika terjadi infeksi, maka terjadi gejala demam, panas dingin, hingga nyeri.

Abses kecil bisa dilawan dengan sistem imun, dan sisa nanahnya bisa dibersihkan atau disedot. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik. Akan tetapi, seseorang tak bisa acuh tak acuh juga terhadap kondisi ini. Sebab bila tidak ditangani, abses kulit bisa membesar, menyebar, dan menyebabkan penyakit serius.

***

Sebenarnya, di luar itu semua, kita dapat melakukan semacam mitigasi sederhana terhadap setiap benjolan yang muncul di organ limfatik, termasuk ketiak. Kita dapat memperhatikan ciri-ciri dari benjolan yang muncul tersebut. 

Meski tidak selalu, tetapi benjolan yang dialami lebih dari dua pekan; ukuran benjolan terus bertambah besar; benjolan terus muncul meski sudah dihilangkan; serta merasakan gejala-gejala lain yang tidak biasa, bisa dijadikan sebagai sinyal bahaya.

Jika benjolan di ketiak terjadi diikuti dengan situasi seperti itu, ada baiknya segeralah pergi ke dokter untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan yang mumpuni. Sebab, ada kemungkinan sesuatu yang serius tengah terjadi di dalam tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *