Menu Close

Chlorpheniramine

Chlorpheniramine obat alergi

Chlorpheniramine merupakan jenis obat yang dapat meredakan gejala alergi seperti ruam. Selain meredakan gejala alergi, obat tersebut juga dapat digunakan untuk membersihkan hidung tersumbat. Chlorpheniramine memiliki kegunaan dalam menghambat zat histamin yang dihasilkan tubuh ketika reaksi alergi terjadi dan mengeringkan cairan dari dalam tubuh seperti hidung berair.

Kemasan Obat Chlorpheniramine

Chlorpheniramine merupakan salah satu obat yang dapat diperoleh melalui resep dokter, karena obat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati. Chlorpheniramine tersedia dalam kemasan tablet, kapsul, dan cair. Obat tersebut dapat digunakan oleh anak-anak dan orang dewasa. Contoh obat chlorpheniramine yang dijual di Indonesia adalah Alerma, Cohistan, dan Pehachlor.

Dosis Obat Chlorpheniramine

Jika Anda ingin menggunakan obat chlorpheniramine untuk mengatasi alergi, Anda perlu pahami bahwa obat tersebut harus digunakan berdasarkan dosis yang dianjurkan. Berikut adalah dosis yang digunakan pasien:

  • Anak-anak

Jika anak berusia di antara 1 hingga 2 tahun, maka dosisnya sebanyak 1 mg. Jika anak berusia di antara 2 hingga 5 tahun, maka dosisnya sebanyak 1 mg setiap 4 hingga 6 jam, atau 6 mg per hari. Jika anak berusia di antara 6 hingga 12 tahun, maka dosisnya sebanyak 2 mg setiap 4 hingga 6 jam, atau 12 mg per hari.

  • Dewasa

Dosis pasien dewasa sebanyak 4 mg setiap 4 hingga 6 jam, atau 24 mg per hari.

Efek Samping Obat Chlorpheniramine

Pada umumnya, obat chlorpheniramine sama seperti obat lain dimana obat tersebut dapat menimbulkan efek samping biasa atau yang lebih serius. Efek samping biasa bisa berupa sakit kepala, mual, dan sembelit. Efek samping yang lebih serius bisa berupa telinga berdengung, kejang, perdarahan, dan detak jantung bergerak secara tidak teratur.

Jika pasien mengalami kondisi seperti ini, namun tidak membaik, maka pasien perlu hubungi dokter supaya kondisinya dapat ditangani lebih lanjut oleh tim medis.

Jika Anda mengalami efek samping karena penggunaan obat chlorpheniramine dan ingin bertemu dengan dokter, Anda sebaiknya jangan lupa beritahu dokter jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Alergi terhadap chlorpheniramine.
  • Gangguan hati dan ginjal.
  • Gangguan pernafasan.
  • Epilepsi.
  • Hipertensi.
  • Hipertiroidisme.

Kelompok yang Lebih Rentan Terhadap Chlorpheniramine

Pada umumnya, semua orang bisa berisiko terhadap efek samping karena menggunakan obat chlorpheniramine. Namun, berikut adalah kelompok yang lebih berisiko terhadap obat tersebut:

  • Anak-anak

Anak-anak yang mengkonsumsi obat tersebut bisa membuat mereka merasa gelisah.

  • Lansia

Kelompok lansia yang mengkonsumsi obat tersebut bisa menunjukkan efek samping berupa pusing, sembelit, dan kesulitan buang air kecil.

  • Orang-orang yang mengkonsumsi alkohol

Orang-orang yang mengkonsumsi alkohol bisa membuat mereka semakin pusing.

Penggunaan Obat Chlorpheniramine dengan Obat Lain

Anda juga perlu pahami bahwa obat chlorpheniramine tidak dapat dikonsumsi secara bersamaan dengan obat lain. Contoh obat lain yang tidak dapat dikonsumsi adalah obat psikotropika. Jika dikonsumsi dengan obat chlorpheniramine, maka dapat meningkatkan efek sedatif pada tubuh.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kondisi tertentu?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan untuk mengatasi kondisi yang Anda alami.

Kesimpulan

Obat chlorpheniramine merupakan salah satu pengobatan yang dapat digunakan jika pasien mengalami alergi. Meskipun demikian, obat tersebut dapat menimbulkan berbagai efek samping pada tubuh dan tidak dapat digunakan secara bersamaan dengan obat-obatan tertentu. Untuk informasi lebih lanjut tentang chlorpheniramine, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *