Menu Close

Diyanikini Kaya Manfaat, Feverfew Tetap Harus Diwaspadai

Mungkin di Indonesia manfaat dari Tanacetum parthenium masih sangat asing. Namun, di berbagai belahan dunia lain tanaman yang dikenal dengan nama feverfew ini cukup populer digunakan sebagai bahan obat. Banyak yang meyakini tanaman ini sebagai penurun panas dan beragam kondisi peradangan.

Manfaat tersebut digadang-gadang hadir berkat kandungan zat aktif parthenolid di dalamnya. Dalam dunia medis, parthenolid tersebut memang berfungsi sebagai pencegah terbentuknya prostaglandin di tubuh. Sederhananya, senyawa tersebut merupakan satu dari sekian banyak faktor penyebab peradangan. Konon katanya di dalam feverfew juga terdapat flavonoid dan volatile oil yang kaya manfaat bagi tubuh.

Tanaman ini berasal dari sebelah timur Laut Tengah dan daerah Balkan. Tanaman ini tumbuh dengan baik di tanah yang bertekstur agak liat. Dalam klasifikasi ilmiah feverfew masuk ke dalam keluarga Asteraceae (suku kenikir-kenikiran) atau tumbuhan berbunga majemuk. Feverfew tergolong dalam genus Tanacetum.

Tumbuhan ini bisa mencapai tinggi 30 sampai 80 cm. Jika dihidu, bunga dari tanaman ini sekilas mempunyai aroma seperti jeruk nipis. Daun tanaman ini berwarna hijau muda, tidak memiliki bulu, berbentuk lonjong yang tepinya bergerigi. Diameter bunga tanaman ini besarnya sekitar 13 sampai 22 mm. 

Kelopak bunga tanaman ini berwarna putih dan mengelilingi bagian tengahnya yang berwarna kuning. Bunga tanaman ini sangatlah mirip dengan bunga tanaman Chamomilla recutita atau kamomil dari keluarga bunga matahari.

Ketika dimanfaatkan sebagai obat herbal, feverfew biasa dikeringkan terlebih dahulu. Meski tak jarang pula penggunanya mengonsumsi tanaman ini dalam keadaan segar. Ekstrak feverfew dikonsumsi secara oral atau melalui mulut. Masalahnya, kendati telah turun temurun digunakan dan dipercaya sebagai tanaman yang bisa memberikan berbagai manfaat kesehatan, tetapi hingga hari ini belum ada bukti ilmiah pasti yang memvalidasi soal itu.

Justru sebaliknya, penemuan soal efek samping dan tingkat keamanan konsumsi feverfew telah banyak dipublikasikan. Hasilnya memang menunjukkan bahwa secara garis besar menjadikan feverfew sebagai tumbuhan obat adalah sesuatu yang aman jika dikonsumsi dengan tepat dalam jangka waktu pendek, tidak lebih dari empat bulan. Adapun penggunaan dalam jangka waktu lebih dari itu belum ada yang bisa menjamin. Efek samping mungkin bisa timbul.

Kondisi kesehatan yang paling banyak dilaporkan sebagai efek samping dari feverfew adalah yang terkait dengan masalah di saluran pencernaan, seperti sakit perut, mulas, diare, sembelit, kembung, perut kembung, mual, dan muntah. Sementara efek samping lain yang pernah dilaporkan adalah gugup, pusing, sakit kepala, sulit tidur, sendi kaku, kelelahan, perubahan menstruasi, ruam, jantung berdebar, dan berat badan.

Sementara itu, seseorang yang mengonsumsi feverfew segar (dikonsumsi langsung tanpa melalui suatu proses) juga berisiko lebih besar mengalami beberapa masalah kesehatan di rongga mulut mereka, seperti sariawan, pembengkakan pada mulut, dan hilangnya (mati) rasa.

Lebih lanjut kelompok orang dengan kondisi tertentu juga berisiko lebih tinggi mengalami efek samping dari feverfew. Semisal pada ibu hamil—mereka yang tengah mengandung tidak disarankan mengonsumsi tumbuhan ini karena dikhawatirkan menderita kontraksi dini dan keguguran.

Mereka yang mengalami gangguan pendarahan juga berisiko mengalami efek samping feverfew lantaran tumbuhan ini bisa memperlambat pembekuan darah. Secara teori, mengonsumsi feverfew dapat meningkatkan risiko perdarahan. Oleh karena itu orang dalam kelompok ini, termasuk mereka yang akan operasi, diharapkan berhati-hati dalam mengonsumsinya, jika perlu menghindarinya sama sekali.

Ada pula orang-orang yang memiliki alergi terhadap tumbuhan dalam famili Asteraceae. Menjadi amat penting seseorang berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi kesehatan mereka sebelum mengonsumsi dan menjadikan feverfew sebagai pengobatan alternatifnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *