Menu Close

Glositis

Glositis adalah kondisi radang yang terjadi pada lidah dan membuat lidang terlihat lebih halus atau licin.

Glositis merupakan gangguan yang terjadi pada lidah dimana lidah tersebut terlihat lebih halus dan lebih licin. Kondisi tersebut bisa dialami manusia karena bintil-bintil lidah (papillae) hilang akibat peradangan. Tidak hanya itu, glositis juga dapat menunjukkan perubahan pada lidah, lunak, dan bengkak di bagian tersebut.

Glositis bisa terjadi secara tiba-tiba, dan kondisi tersebut bisa dialami baik yang belum pernah merasakannya maupun yang sudah. Peradangan yang parah pada lidah dapat membuat seseorang menderita sehingga dapat menyebabkan kesulitan ketika berbicara dan makan.

Jenis Glositis
Glositis dibagi menjadi tiga jenis, antara lain:

  • Glositis akut

Glositis akut bisa terjadi secara tiba-tiba dan dapat menimbulkan gejala yang parah pada tubuh manusia. Glositis akut biasanya disebabkan oleh reaksi alergi terhadap sesuatu yang masuk ke dalam mulut.

  • Glositis kronis

Glositis kronis terjadi karena peradangan dalam waktu yang lama dan berhubungan dengan kondisi atau penyakit lain yang sedang dialami di dalam tubuh manusia.

  • Glositis atrofi

Glositis atrofi membuat bintil-bintil pada lidah hilang sehingga permukaan lidah menjadi licin dan terlihat berkilau.

Gejala
Glositis dapat menunjukkan gejala ringan atau berat. Hal tersebut juga bisa terjadi baik untuk sementara maupun secara permanen. Glositis bisa terjadi secara tiba-tiba dan gejala yang dialami dapat berkembang menjadi lebih parah. Berikut adalah gejala-gejala yang kemungkinan dialami manusia jika mengalami glositis:

  • Pembengkakan

Glositis bisa menimbulkan pembengkakan di bagian lidah. Jika membesar, maka dapat membuat manusia kesulitan bernafas. Tidak hanya itu, hal tersebut juga dapat membuat mereka kesulitan berbicara dan mengkonsumsi makanan.

  • Permukaan yang licin

Permukaan di bagian lidah bisa menjadi licin akibat glositis.

  • Perubahan warna

Warna lidah akan berubah menjadi merah terang jika manusia mengalami glositis.

Penyebab
Glositis bisa disebabkan oleh faktor berikut:

  • Reaksi alergi terhadap bahan yang masuk ke dalam mulut seperti obat kumur.
  • Seseorang mengalami sindrom Sjogren.
  • Infeksi pada mulut.
  • Kondisi kulit yang mempengaruhi bagian rongga mulut.
  • Faktor hormon.
  • Kekurangan nutrisi seperti vitamin B12.
  • Faktor keturunan.
  • Terpapar oleh benda yang dapat membuat seseorang mengalami iritasi seperti tembakau.

Diagnosis
Jika Anda mengalami gangguan pada lidah seperti glositis, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Diagnosis dapat dilakukan melalui:

  • Pemeriksaan lidah

Pemeriksaan lidah dapat dilakukan untuk memastikan jika lidah tersebut mengalami pembengkakan dan mengalami perubahan warna.

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan

Pemeriksaan riwayat kesehatan dapat dilakukan untuk mengetahui apakah ada penyakit tertentu yang dapat membuat pasien mengalami glositis.

  • Pemeriksaan darah atau air liur

Pemeriksaan darah atau air liur dapat dilakukan untuk mengetahui jika ada sesuatu yang menyebabkan pasien mengalami peradangan pada lidah.

Pengobatan
Untuk mengobati glositis, dokter menganjurkan Anda untuk menggunakan obat antibiotik, anti virus, anti jamur, atau obat-obatan lain berdasarkan penyebabnya.

Pencegahan
Selain pengobatan, berikut adalah beberapa cara yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah glositis:

  • Menjaga kesehatan rongga mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari.
  • Hindari bahan yang menyebabkan Anda mengalami glositis seperti tembakau.
  • Tetap menjaga nutrisi di dalam tubuh.
  • Rajin memeriksa gigi ke dokter minimal sekali setiap 6 bulan.

Kesimpulan

Glositis merupakan gangguan medis yang perlu diwaspadai, karena hal tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala seperti peradangan pada lidah. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengatasi masalah seperti ini, Anda sebaiknya lakukan hal-hal yang dianjurkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai glositis, Anda bisa tanyakan masalah ini ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *