Menu Close

Hal-Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan Tes Herpes

Herpes merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks atau herpes simplex virus (HSV). Kondisi ini ditandai dengan lecet dan luka pada permukaan kulit di berbagai area tubuh. Penyakit ini dapat dideteksi melalui tes herpes yang dilakukan oleh dokter.

Tes herpes membantu dokter untuk mendiagnosa apabila Anda menderita herpes. Terdapat beberapa jenis tes yang termasuk sebagai bagian dari tes pendeteksi herpes, yaitu tes lumbal pungsi, tes darah, dan swab test.

Pentingnya menjalani tes herpes

Pada dasarnya, tes herpes bermanfaat untuk mendeteksi apabila seseorang mengidap kondisi herpes. Tes dapat memudahkan dokter dalam memberikan penanganan yang tepat untuk meringankan gejalanya.

Herpes merupakan salah satu jenis infeksi kulit yang cukup umum terjadi. Penyebarannya terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang menderita kondisi ini, khususnya melalui hubungan intim dan ciuman.

Melalui tes pendeteksi herpes, dokter bisa mengidentifikasi keberadaan virus. Biasanya, virus ini bisa ditemukan melalui luka pada mulut atau area kemaluan penderita.

Secara khusus, tes ini sangat penting untuk dilakukan jika Anda memiliki gejala penyakit herpes atau memiliki pasangan yang menderita herpes.

Jika Anda sedang hamil, Anda mungkin juga perlu menjalani tes ini apabila Anda dan pasangan dulunya sempat terinfeksi penyakit ini.

Prosedur dan rangkaian tes herpes

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, herpes dideteksi melalui tiga jenis tes. Jenis tes yang akan digunakan nantinya ditentukan oleh gejala yang dialami serta riwayat kesehatan pasien.

Tiga jenis tes yang termasuk sebagai tes herpes terdiri atas:

  • Swab test

Swab test merupakan tes pendeteksi herpes yang dilakukan dengan luka herpes. Dokter akan mengambil sampel dari cairan atau sel pada luka herpes untuk kemudian diuji di laboratorium.

  • Tes darah

Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari penderita untuk diujikan di laboratorium. Petugas medis akan menggunakan jarum untuk mengambil darah Anda kemudian dikumpukan dalam sebuah tabung khusus.

Fungsi dari tes darah adalah untuk memeriksa antibodi herpes, yaitu antibodi khusus yang terbentuk untuk melawan virus herpes. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tes darah berbeda-beda di setiap rumah sakit. Umumnya, hasil ini bisa Anda dapatkan dalam waktu satu hari hingga tiga minggu.

  • Lumbar puncture atau lumbal pungsi

Tes yang satu ini dilakukan jika dokter mencurigai virus herpes telah menyebar hingga ke area otak dan sumsum tulang belakang. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengambil sampel dari cairan serebrospinal.

Prosedur lumbal pungsi dilakukan dengan memasukkan jarum tipis di antara dua tulang belakang Anda. Jarum tersebut akan mengambil cairan serebrospinal sebagai sampel.

Sebelumnya, Anda akan disuntik anestesi terlebih dahulu pada area punggung agar tidak merasakan sakit selama prosedur dilakukan.

Selama prosedur, Anda akan diminta untuk berbaring, bahkan hingga satu sampai dua jam setelah prosedur selesai dilakukan. Hal ini berguna untuk meminimalisir rasa sakit yang ditimbulkan.

Lumbal pungsi umumnya hanya memakan waktu kurang lebih lima menit.

Akan ada dua kemungkinan hasil yang muncul setelah menjalani tes, yaitu hasil positif ataupun negatif. Hasi positif menandakan bahwa Anda memiliki infeksi herpes aktif. Sementara, hasil negatif berarti tidak adanya virus herpes dalam tubuh pasien.

Akan tetapi, hasil tes herpes yang negatif tidak selalu menandakan bahwa seseorang tidak terkena herpes. Hal ini terjadi karena kadar virus herpes pada sampel yang diambil masih sangat sedikit, sehingga tidak terdeteksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *