Menu Close

Ini Peran Penting Hormon LH dan FSH pada Reproduksi Wanita

Hormon LH (luteinising hormone) dan FSH (follicle stimulating hormone) memiliki peranan yang penting pada organ reproduksi wanita. Hormon LH berperan penting pada siklus menstruasi, sedangkan hormon FSH merangsang folikel ovarium agar sel telur bisa tumbuh dengan sehat. Hormon LH dan FSH sendiri  sama-sama diproduksi di kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak. 

Kedua hormon ini saling bekerja sama dan saling bergantian untuk mengatur siklus menstruasi dan ovulasi pada wanita. Berikut peranan penting hormon LH dan FSH yang wajib kamu ketahui. 

Fungsi hormon LH pada organ reproduksi wanita

Hormon LH pada organ reproduksi wanita memiliki peran yang penting dalam siklus menstruasi. Dalam hal ini, hormon LH memainkan dua peranan penting pada siklus menstruasi wanita. Dua minggu pertama, hormon LH akan menstimulasi folikel di ovarium untuk memproduksi hormon seks yang dikenal dengan estradiol.

Lalu, di hari ke-14, hormon LH akan meningkat drastis yakni pada saat ovulasi dan memicu pelepasan sel telur. Di hari ke-14 saat hormon LH berada di puncak ini lah wanita sedang berada pada kondisi yang cukup subur. 

Setelah masa ovulasi, atau tepatnya dua minggu terakhir masa menstruasi, hormon LH akan memproduksi hormon progesteron yang sangat bagus untuk awal kehamilan jika pada saat ovulasi terjadi pembuahan. Namun, jika tidak ada sel telur yang membuahi, maka akan terjadi menstruasi, yakni keluarnya lapisan rahim melalui vagina. 

Fungsi hormon FSH untuk organ reproduksi wanita

Hormon FSH bisa dibilang sebagai partner hormon LH yang menstimulasi folikel-folikel di rahim dan memiliki peranan penting dalam proses ovulasi.

Jika terjadi kehamilan, yakni terjadi di minggu ketiga dan keempat siklus menstruasi, maka FSH akan berhenti berproduksi seiring dengan meningkatnya produksi estrogen. Jika tidak ada kehamilan, maka produksi FSH pun akan meningkat dan memulai siklus menstruasi lagi.  

Bagaimana jika kadar hormon LH berlebih pada wanita?

Seperti yang kita tahu jika keberadaan hormon LH sangat penting untuk mengatur siklus menstruasi pada perempuan. Namun, jika kadar LH pada perempuan terlalu tinggi, hal ini menandakan ada masalah dengan ovarium atau bisa disebut kehamilan ovarium primer.

Jika kadar LH tinggi, maka akan menyebabkan hal-hal berikut ini:

  • Pembentukan ovarium tidak sempurna
  • Terdapat kelainan genetik seperti sindrom turner
  • Adanya riwayat kemoterapi
  • Pernah terpapar radiasi berlebihan
  • Mengalami PCOS (polycystic ovary syndrome)
  • Ada riwayat penyakit autoimun
  • Ada tumor di ovarium
  • Mengalami penyakit tiroid atau adrenal

Kandungan LH yang terlalu rendah juga menandakan terjadinya masalah pada ovarium yang sering disebut kegagalan ovarium sekunder, di mana terdapat gangguan pada bagian tubuh di luar ovarium yang bertanggung jawab untuk mengatur produksi hormon.

Bagaimana jika kadar hormon FSH berlebih pada wanita?

Sama seperti hormon LH, jika hormon FSH pada wanita berlebih juga menandakan beberapa kondisi yang tidak baik, seperti:

  • Fungsi rahim rusak
  • Menopause
  • Mengalami PCOS (polycystic ovary syndrome)
  • Mengalami kelainan kromosom

Sedangkan, jika kadar hormon FSH kurang, hal ini bisa menandakan kondisi yang cukup serius:

  • Ovarium tidak memproduksi cukup sel telur
  • Kinerja kelenjar pituitari tidak maksimal
  • Ada gangguan di bagian otak, yakni hipotalamus
  • Mengalami underweight

Mengingat pentingnya peran hormon LH dan FSH untuk wanita, saat mengalami kendala seperti menstruasi yang tidak lancar atau sulit mendapatkan momongan, sebaiknya kamu segera memeriksakan kadar hormon LH dan FSH. Hal ini dilakukan agar dokter segera mengetahui apa yang terjadi pada organ reproduksimu dan segera melakukan tindakan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *