Menu Close

Ketahui Manfaat Masker Bedah untuk Cegah COVID-19

masker bedah

Pada akhir tahun 2019, virus corona baru muncul di China. Sejak saat itu, virus Corona atau Coronavirus menyebar dengan cepat ke seluruh dunia menimbulkan penyakit yang disebut COVID-19. Cara untuk mencegah terkena COVID-19 yaitu menjaga jarak sosial atau fisik, menjaga kebersihan tangan, serta memakai masker seperti masker bedah.

Jenis Masker

Ada tiga jenis masker wajah yang bisa digunakan untuk mencegah terkena COVID-19, yaitu:

  • masker wajah dari kain buatan sendiri
  • masker respirator n95
  • masker bedah

Masker Kain

Untuk mencegah penularan virus dari orang tanpa gejala, CDC merekomendasikan bahwa setiap orang untuk memakai masker wajah kain. CDC merekomendasikan untuk menggunakan masker kain khususnya di tempat umum di mana sulit untuk menjaga jarak 1 meter dari orang lain. 

Selain itu, masker kain juga penting untuk digunakan di area transmisi berbasis komunitas seperti toko kelontong dan apotek. Sebaiknya, penggunaan masker kain juga dikombinasikan dengan pelindung wajah atau face shield yang dapat menutupi seluruh bagian depan dan samping wajah dan meluas hingga ke dagu.

Segera cuci masker kain setelah digunakan. Dan saat melepas masker kain, berhati-hatilah untuk tidak menyentuh mata, hidung dan mulut Anda. Kemudian, jangan lupa mencuci tangan usai melepas masker. 

Manfaat menggunakan masker wajah dari kain yaitu bisa dibuat di rumah, menurunkan risiko orang tanpa gejala menularkan virus ketika berbicara, batuk, atau bersin, serta menawarkan perlindungan ketika jaga jarak fisik susah dilakukan. Risiko masker wajah dari kain adalah memberi perlindungan yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan masker bedah atau respirator.

Masker Respirator N95

Masker respirator N95 adalah masker wajah yang fit ketika dipakai di wajah. Selain menyaring percikan, semprotan dan droplet, masker respirator N95 juga dapat menyaring hingga 95 persen partikel yang sangat kecil termasuk virus dan bakteri.

Masker respirator pada umumnya berbentuk lingkaran atau oval dan dirancang untuk membentuk seperti suatu segel ketat ke wajah Anda. Masker respirator juga dilengkapi dengan pita elastis yang membantu menahan masker tetap di tempatnya ketika Anda gunakan.

Beberapa jenis masker respirator ada yang dilengkapi katup pernapasan, yang dapat membantu saat bernapas dan menghindari penumpukan panas dan kelembapan dengan cara menghembuskan udara keluar. Tetapi, hal ini justru membahayakan orang lain apalagi yang rentan terhadap partikel dan patogen yang dihembuskan melalui katup tersebut.

Masker Bedah

Masker bedah adalah masker wajah sekali pakai dan longgar, serta dapat menutupi hidung, mulut, dan dagu Anda. Masker bedah sering digunakan untuk:

  • melindungi pemakainya dari semprotan, percikan, dan tetesan partikel besar
  • mencegah penularan melalui sekresi pernapasan yang berpotensi menular dari pemakainya ke orang lain.

Masker bedah memiliki desain yang bervariasi, tetapi pada umumnya masker bedah berbentuk datar dan persegi panjang yang terdapat lipatan-lipatan. Bagian atas masker bedah berisi strip logam berbentuk panjang dan tipis yang dapat dibentuk menyesuaikan hidung. Selain itu, masker bedah juga dilengkapi pita elastis yang bisa dilingkarkan di belakang telinga atau diikat di belakang kepala untuk membantu menahan masker tetap di tempatnya ketika Anda mengenakannya.

Tidak seperti masker respirator N95, masker bedah tidak diwajibkan untuk memenuhi standar filtrasi NIOSH. Oleh karena itu, masker bedah tidak diharuskan membentuk segel kedap udara pada area wajah yang ditutupi.

Terlepas dari perbedaan dalam kategori fit dan filtrasi, uji coba secara acak menemukan bahwa masker bedah dan masker respirator N95 mampu mengurangi risiko berbagai penyakit pernapasan dengan cara yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *