Menu Close

Lindungi Diri dan Lingkungan dari Penyebab Kolera dengan Terapkan PHBS

Penyakit kolera dirasa bukanlah menjadi penyakit genting lagi di Indonesia. Walaupun begitu, penyakit ini tetap hadir di tengah kehidupan masyarakat. Penyakit kolera masih menjadi tema pemberitaan dunia, terutama tentang terjadinya wabah penyakit ini di Yaman dan juga Mozambik. Penyebab kolera tidak lain adalah bakteri Vibrio cholerae yang bekerja dengan menginfeksi pencernaan manusia, sehingga mengikatkan diare akut, bahkan kematian.

Gejala diare pada penyakit kolera berbeda dengan diare yang umumnya diketahui. Pada pasien kolera, tinja pasien memiliki tekstur yang encer dan berwarna, seperti air cucian beras. Penyakit kolera dapat berujung pada kematian, dikarenakan kondisi diare berat yang dapat menyebabkan dehidrasi parah dan membuat pasien mengeluarkan kotoran cair hingga sebanyak satu liter hanya dalam satu jam. Kondisi tersebut berdampak pada hilangnya sebagian besar elektrolit tubuh. Jika tidak diatasi, pasien akan kehilangan nyawanya.

Bakteri penyebab kolera dapat masuk ke dalam tubuh dengan perantara mengonsumsi makan dan minuman yang tercemar bakteri Vibrio cholerae tersebar di alam bebas dan bisa saja mengontaminasi sumber makanan dan minuman manusia.

Faktor yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit kolera adalah tidak adanya akses terhadap sarana sanitasi dan air bersih yang memadai. Hal tersebut merupakan penyebab terjadinya kolera yang menyerang negara Yaman yang sedang dilanda peperangan dan juga negara Mozambik yang kala itu baru terkena bencana alam.

Namun, bukanlah hal yang tidak mungkin untuk menurunkan risiko penyakit kolera. Dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) di mana saja, baik di rumah maupun di mana saja. Selain itu, penting bagi Anda untuk menerapkan kebiasaan baik mencuci tangan menggunakan sabun, baik itu sebelum maupun sesudah makan dan juga ketika akan mengolah makanan dan keluar dari kamar mandi.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang telah diproses hingga matang, juga berperan dalam mengurangi risiko terjangkitnya penyakit kolera. Anda juga perlu untuk menggunakan air bersih ketika mencuci pakaian dan peralatan makan.

Jika ada anggota keluarga yang terkena diare, maka sebaiknya tidak mencampuri toilet antara penderita diare dengan anggota keluarga yang sehat. Jangan lupa untuk mendesinfektan kamar mandi secara rutin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *