Menu Close

Mengapa Harga Beras Hitam Jauh Lebih Mahal?

Beras, yang kemudian dimasak dan menjadi nasi, merupakan makanan pokok hampir seluruh orang di Indonesia. Bahkan dalam lingkup dunia, beras, dengan beragam variannya, menjadi makanan utama yang populer. Kondisi ini menjadikan beras sebagai komoditas bernilai tinggi. Harga beras memang beragam, tetapi harga beras hitam termasuk yang paling tinggi.

Jika dibandingkan dengan beras putih dan beras merah, harga beras hitam bisa dibilang mahal. Per kilogram, harga beras hitam mulai dari 20-an ribu rupiah. Paling mahal ada yang sampai 50-an ribu. Murah dan mahalnya harga beras hitam tergantung kualitasnya.

Muncul pertanyaan pada situasi saat ini, yakni mengapa harga beras hitam jauh lebih mahal ketimbang jenis beras lainnya?

Jawabannya sebenarnya sederhana. Beras hitam, katanya, merupakan salah satu beras yang paling sehat yang pernah tumbuh di dunia. Pasalnya, di tiap bulir beras hitam, konon, terkandung antioksidan yang tinggi. Selain itu, alasan sosio-kultural juga punya andil dalam pembentukan harga beras hitam ini.

Berbagai sumber menyebut jika dahulu kala beras hitam merupakan makanan kalangan kerajaan di Cina. Oleh karenanya, beras hitam disebut juga makanan terlarang karena kawula tak boleh menyentuh, apalagi menyantapnya.

Kembali lagi ke kandungan si beras hitam. Berbagai penelitian menunjukkan kalau-kalau di dalam setiap bulir beras hitam kaya akan kandungan anthocyanins. Secara sederhana, anthocyanins merupakan pigmen tanaman flavonoid. Ia membawa antioksidan tinggi sekaligus anti-peradangan. Ia jugalah yang membuat biji tanaman ini menjadi hitam.

Banyak kalangan juga percaya kalau anthocyanins punya sifat anti-kanker. Apabila memang demikian, artinya seseorang bisa menurunkan potensi mengalami kanker jika mengonsumsi beras hitam. Inilah yang akhirnya membuat harga beras hitam cukup tinggi.

Sebenarnya, warna hitam pada beras hitam muncul selama proses penanaman. Ada tim peneliti di Jepang yang penasaran hingga akhirnya coba membuktikan terkait perubahan warna pada biji beras ini. Tim peneliti dari Institut Nasional Ilmu Agrobiologi di Tsukuba, Jepang itu dipimpin oleh Takeshi Izawa. Izawa dan kawan-kawannya mempelajari 21 jenis beras hitam yang berbeda-beda dari hasil olahan petani.

Tim peneliti yang dipimpin Izawa tersebut menemukan bahwa warna hitam terjadi lantaran perubahan gen tunggal dengan mengembalikan jalur kimia pembuat pigmen. Dapat dibilang juga bahwa jalur tersebut diblokir pada penanaman beras putih, sehingga kelak, beras yang tumbuh berwarna hitam.

Keunikan secara proses pertumbuhan tanaman ini, berdampak pada banyak hal, termasuk terkait kandungan yang muncul, hilang, dan berganti, sehingga yang tersisa hanya zat-zat baik yang bermanfaat bagi tubuh. Keunikan inilah yang membuat harga beras hitam cukup mahal di pasaran.

Perlu diketahui bahwa negara kita, Indonesia, merupakan salah satu negara yang melakukan budidaya beras hitam secara masif. Indonesia, bersama beberapa negara Asia Tenggara lainnya, misal Filipina. 

Kenyataan ini sebenarnya membuat kita, orang Indonesia, punya kemudahan dalam mendapatkan beras hitam. Di Indonesia beras hitam mudah dicari dan didapatkan, selain itu, harga beras hitam tidak terlalu tinggi, jika dibandingkan negara yang harus mengimpornya terlebih dahulu.

Ada banyak petani atau pegiat pertanian yang memproduksi beras hitam secara organik, sehingga kualitas dan manfaat dari beras tersebut lebih terjaga. Biasanya, beras hitam dijual dengan kemasan per satu kilogram. Harga beras hitam beragam, tergantung beberapa faktor yang melekat pada beras tersebut. Kemasan per kilogram ini pas sekali bagi kita yang baru penasaran dan hendak mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *