Menu Close

Mengenal Simetikon, Obat GERD di Apotek Tanpa Resep Dokter

Simetikon merupakan obat jenis OTC atao over the counter sehingga boleh digunakan tanpa menggunakan resep dokter. Obat ini mampu meredakan gejala GERD akibat produksi gas yang berlebihan di lambung, seperti sendawa, kembung, dan rasa lambung yang tidak nyaman. 

Simetikon dan GERD

GERD atau gastroesophageal reflux disease yakni penyakit yang disebabkan kenaikan asam lambung ke kerongkongan akibat otot katup di bagian bawah kerongkongan (otot LES) sedang lemah atau dalam keadaan rileks. Tanda dan gejala penyakit ini diantaranya nyeri ulu hati dan dada, sulit menelan, serta tenggorokan panas. 

Biasanya, simetikon digunakan bersamaan dengan antasida sehingga GERD dapat diatasi dengan tepat. Antasida dapat berkerja cepat menurunkan asam lambung, sedangkan seimetikon memecah gelembung di lambung sehingga gas dapat dilepas dan berkurang jumlahnya.

Dengan simetikon, rasa nyeri dan tidak nyaman di lambung bisa berkurang bahkan hilang. Simetikon mengandung bahan aktif anti-flatulensi, yang artinya memiliki fungsi mencegah atau merawat kelebihan gas di saluran pencernaan. Simetikon boleh diberikan kepada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

Mengapa bisa dibeli tanpa resep dokter?

Pada awalnya, obat-obatan yang sekarang diklaim sebagai obat OTC masih menggunakan resep dokter. Namun, ternyata obat tersebut terbukti sangat aman setelah beredar dan dikonsumsi bertahun-tahun, sehingga FDA menyetujui penggunaan obat tersebut sebagai obat OTC. Seringkali OTC memiliki bahan aktif yang jauh lebih rendah di setiap kapsul, tablet, atau kapletnya dibandingkan dengan obat yang menggunakan resep dokter.  

Menurut Food and Drug Administration, simetikon telah terbukti sebagai OTC sehingga bisa digunakan tanpa resep dokter. Simetikon memiliki simbol lingkaran hijau. Menurut Badan Pengawas Obat dan makanan, obat dengan lingkaran hijau digolongkan sebagai obat yang dijual bebas di pasaran dan bisa dibeli tanpa resep dokter. 

Aturan pakai

Simetikon memiliki 3 bentuk obat, yakni tablet kunyah, kapsul atau tablet, dan suspensi. Berikut merupakan dosis yang diberikan saat lambung memproduksi banyak gas akibat GERD:

Tablet kunyah:

  • Remaja dan orang dewasa: 40-125 mg (4 kali sehari setiap setelah makan dan sebelum tidur) atau 150 mg (3 kali sehari setiap setelah mekan). Dosis tidak boleh melebih 500 mg dalam sehari
  • Anak-anak sebaiknya tetap dalam pengawasan dokter

Tablet atau kapsul:

  • Remaja dan orang dewasa: 60-125 mg (4 kali sehari setiap setelah makan dan sebelum tidur). Dosis tidak boleh melebihi 500 mg dalam sehari
  • Anak-anak sebaiknya tetap dalam pengawasan dokter

Suspensi:

  • Remaja atau orang dewasa: 40-95 mg ( 4 kali sehari setiap setelah makan dan sebelum tidur). Dosis tidak boleh melebihi 500 mg dalam sehari. 
  • Anak-anak sebaiknya tetap dalam pengawasan dokter

Jika Anda lupa mengonsumsi simetikon saat waktunya tiba, segera konsumsi secepatnya. Namun, jika waktu telah terlewat hingga batas waktu minum obat selanjutnya, lewati jadwal konsumsi obat yang terlewat dan kembali ke jadwal semula. Jangan sampai Anda mengonsumsi obat dua kali dalam waktu bersamaan. 

Efek samping

Sampai saat ini, belum ada efek samping yang dilaporkan akibat konsumsi simetikon. Anda bisa langsung menghubungi dokter jika mengalami tanda dan gejala yang tidak biasa setelah mengonsumsi simetikon. Alergi serius juga jarang terjadi, namun Anda sebaiknya sebaiknya waspada jika mengalami reaksi alergi seperti berikut:

  • Ruam
  • Gatal
  • Bengkak (biasanya terjadi di mka, lidah, atau tenggorokan)
  • Sangat pusing 
  • Kesulitasn bernafas

Meskipun simetikon merupakan obat GERD di apotek yang dapat dibeli dengan bebas, akan tetapi perlu diperhatikan penggunaannya pada bayi dan anak-anak. Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki penyakit penyerta lainnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *