Menu Close

Pemberian Vaksin BCG untuk Mencegah Penyakit TBC

Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit yang mengganggu sistem pernafasan manusia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC merupakan penyakit menular yang merusak jaringan paru-paru. Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak setelah India. Salah satu langkah untuk mencegah penyakit tbc maka diberikan vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). 

Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan. Bagi yang belum pernah menerima vaksin BCG, dianjurkan untuk melakukan vaksin bila terdapat salah satu anggota keluarga yang menderita TBC. 

Vaksin BCG berasal dari bakteri mycobacterium tuberculosis yang telah dilemahkan. Penyuntikan vaksin BCG ini akan membantu tubuh mengenal dan membentuk kekebalan terhadap bakteri ini. Vaksin ini diketahui dapat memberikan proteksi yang bervariasi antara 50-80 persen terhadap tuberkulusis. 

Pada anak-anak, pemberian vaksin BCG dianggap sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit TBC, termasuk jenis yang paling berbahaya, yaitu meningitis TB pada anak. Sedangkan bagi orang dewasa, manfaat vaksin masih kurang jelas sehingga jarang dianjurkan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menjalani Vaksinasi BCG

Vaksin BCG akan diberikan oleh dokter atau petugas medis di fasilitas kesehatan. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum menjalani vaksinasi dengan vaksin BCG:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang kamu miliki. Vaksin BCG tidak boleh diberikan kepada orang yang alergi terhadap vaksin ini atau kandungan yang ada di dalam produk vaksin;
  • Beri tahu dokter jika kamu menderita sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat HIV dan AIDS, leukemia, limfoma, atau kanker;
  • Beri tahu dokter jika kamu atau orang yang tinggal serumah sedang menderita tuberkulosis atau sedang menjalani terapi dengan obat antituberkulosis;
  • Beri tahu dokter jika kamu sedang menjalani radioterapi atau kemoterapi, atau baru menerima transplantasi organ;
  • Beri tahu dokter jika kamu sedang menggunakan suplemen, produk herbal, atau obat, termasuk antibiotik atau kortikosteroid;
  • Beri tahu dokter jika kamu sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan;
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping serius, atau overdosis setelah menggunakan vaksin BCG.

Berapa Kali Vaksin BCG Diberikan?

Setiap orang hanya akan mendapat satu kali imunisasi BCG ini sepanjang hidupnya saat bayi. Namun, terdapat kemungkinan seseorang mendapat vaksin BCG lebih dari sekali dalam situasi khusus. Misalnya tenaga medis yang kerap menangani kasus kesehatan yang membutuhkan obat-obatan yang resistan terhadap tuberkulosis.

Tapi ada juga kelompok orang yang tidak boleh menerima imunisasi BCG. Di antaranya:

  • Pernah atau sedang mengidap tuberkulosis;
  • Sedang hamil;
  • Dalam pengobatan kanker atau kondisi lain yang membuat sistem imun tubuh lemah;
  • Positif HIV;
  • Hasil tes kulit tuberkulin positif.

Wsapada Efek Samping dan Bahaya Vaksin BCG

Sebagai upaya untuk mencegah penyakit TBC, Vaksin BCG ini tergolong aman dan jarang menimbulkan efek samping yang berbahaya. Efek samping yang biasa terjadi adalah nyeri di area suntikan dan kulit terlihat kering atau bersisik. Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung mereda.

Anda juga harus segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Muncul nanah, borok, atau abses di area kulit yang disuntik;
  • Area suntikan masih bengkak setelah 2–3 hari;
  • Kelenjar getah bening bengkak;
  • Demam tinggi (suhu ≥39° Celsius);
  • Tidak nafsu makan;
  • Berat badan turun;
  • Nyeri sampai ke tulang;
  • Tubuh terasa sangat lelah.

Untuk menekan risiko munculnya efek samping imunisasi vaksin BCG, lakukan hal berikut ini:

  • Jaga kebersihan bagian yang disuntik;
  • Pakai air hangat dan bersih saat hendak membersihkan bagian itu;
  • Hindari penggunaan salep, krim, atau obat antiseptik;
  • Bekas suntikan tak boleh diplester, melainkan harus dijaga selalu kering;
  • Bila perlu, gunakan perban yang kering dengan plester untuk menjaganya tetap menempel pada kulit.

Manfaat utama vaksin BCG yaitu untuk mencegah penyakit TBC atau tuberkulosis. Penyakit tuberkulosis yang parah, salah satunya meningitis tuberkulosis, juga bisa dicegah hingga 70 persen dengan vaksin ini. Menurut penelitian, imunisasi vaksin BCG ini akan lebih efektif fungsinya apabila diberikan pada saat bayi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *