Menu Close

Penting untuk Keamanan, Ini Alasan Pengelompokan Sediaan Farmasi

sediaan farmasi

Menurut Peraturan Pemerintah nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian, sediaan farmasi merupakan obat, bahan obat, obat tradional, dan kosmetika. Sediaan farmasi ini harus terjamin mutu dan keamanannya, serta manfaatnya bagi konsumen.

Sediaan farmasi merupakan bagian dari pekerjaan para ahli di bidang farmasi. Obat-obatan yang disediakan di farmasi harus berkualitas dan dihadirkan dalam berbagai bentuk.

Alasan adanya pengelompokan sediaan farmasi

Obat-obatan yang termasuk ke dalam sediaan farmasi dikelompokkan ke dalam beberapa jenis obat tertentu. Pengelompokan ini biasanya didasarkan pada kemiripan antara satu obat dengan obat lainnya, baik kemiripan dalam cara kerja, struktur kimiawi, maupun efek yang ditimbulkan.

Pengelompokan obat dilakukan guna memastikan keamaan penggunaan obat. Selain itu, adanya pengelompokan ini juga ditujukan untuk memaksimalkan pengobatan bagi para pasien.

Secara garis besar, berikut ini beberapa alasan adanya pengelompokan obat yang merupakan bagian dari sediaan farmasi:

  • Memantau interaksi antarobat

Beberapa jenis obat bisa menimbulkan efek negatif bila dikombinasikan dengan jenis obat lainnya. Setiap interaksi obat akan memberikan dampak tertentu. Adanya pengelompokan bisa membantu untuk memantau efek dari interaksi obat-obatan tersebut.

Terkadang, efektivitas suatu obat akan berkurang ketika digunakan secara bersamaan dengan obat lain. Setiap interaksi dengan satu obat akan mempengaruhi obat lainnya dalam kelas yang sama.

Karena itulah, pengelompokan obat dilakukan guna mengetahui efek dari interaksi antara satu obat dengan obat lainnya. Terkadang, interaksi bisa bisa menganggu proses tubuh menyerap obat dan juga cara tubuh memetabolisme obat tersebut.

  • Memprediksi resistensi obat

Ketahanan atau resistensi obat biasanya bisa terjadi apabila suatu obat telah digunakan terlalu lama dalam jangka waktu tertentu. Hal ini membuat obat tidak lagi mampu memberikan fungsi yang baik karena tubuh Anda telah kebal dengan obat tersebut.

Pengelompokan obat dalam sediaan farmasi juga dilakukan guna memprediksi resistensi obat. Saat tubuh Anda kebal dengan obat tertentu, kemungkinan besar obat lain dalam kelas yang sama juga tidak akan efektif untuk menyembuhkan kondisi Anda.

Untuk mengatasi resistensi obat seperti ini, apoteker dan dokter bisa membantu Anda dengan memberikan alternatif obat dari kelompok lainnya.

  • Memahami tahap pengobatan

Setiap obat dibuat sedemikian rupa agar Anda bisa menggunakan obat dengan efek samping yang paling sedikit terlebih dahulu. Setelah itu, bila tubuh Anda sudah kebal dengan obat tersebut, barulah Anda bisa menggunakan obat-obatan khusus yang diresepkan oleh dokter.

Hal ini disebut dengan tahap pengobatan. Anda akan dipaparkan dengan kandungan obat yang paling ringan sebagai langkah awal pengobatan. Di sinilah adanya pengelompokan obat menjadi penting.

Salah satu cara pengelompokan obat adalah dengan memantau efek yang ditimbulkan serta cara kerjanya. Pada tahap awal pengobatan, Anda akan diberikan obat dalam kelompok obat yang memiliki efek paling ringan.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengelompokan obat. Salah satunya adalah dengan mengkategorikan obat berdasarkan tingkatan atau level, seperti:

  • Level 1 menjelaskan sistem organ yang ditangani obat
  • Level 2 menjelaskan efek terapeutik obat
  • Level 3 menjelaskan mekanisme atau tindakan obat
  • Level 4 menjelaskan sifat kimiawi secara umum dari obat
  • Level 5 menjelaskan komponen kimia yang tersusun dalam obat

Adanya pengelompokan obat dalam sediaan farmasi bisa membantu Anda untuk proses penyembuhan yang lebih maksimal. Apoteker bisa membantu Anda untuk menentukan obat dari kelompok yang paling tepat untuk Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *