Menu Close

Penyebab, Faktor Risiko, Serta Upaya Pencegahan Penyakit Bronkitis

Penyebab, Faktor Risiko, Serta Upaya Pencegahan Penyakit Bronkitis

Peradangan yang terjadi pada bronkus atau saluran pernapasan disebut dengan bronkitis. Pasien bronkitis seringkali mengalami batuk dan sulit bernapas. Peradangan yang terjadi menimbulkan iritasi dari permukaan organ sehingga penyempitan saluran napas terjadi serta produksi lendir meningkat. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai seluk beluk penyakit bronkitis yang sebaiknya Anda pahami. 

Jenis dan penyebab penyakit bronkitis 

Bronkitis terbagi menjadi 2 jenis yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis. Keduanya berbeda dari segi gejala, penyebab, pengobatan, serta penanganannya. 

  1. Bronkitis akut

Penyebab penyakit bronkitis akut yang paling umum yaitu adanya infeksi virus (virus yang sama seperti penyebab flu dan pilek). Penyebab lainnya yaitu infeksi bakteri serta paparan iritan seperti asap rokok, polusi, dan debu. Bronkitis akut biasanya menyerang anak berusia di bawah 5 tahun. Bronkitis ini akan menimbulkan gejala berupa batuk, demam, dan menggigil. Bronkitis akut umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu meski batuk yang dialami bisa berlangsung lebih lama. 

  1. Bronkitis kronis

Penyebab bronkitis kronis secara umum yaitu iritasi dan kerusakan berulang pada jaringan saluran pernapasan dan paru-paru. Penyebab utama iritasi atau kerusakan ini adalah kebiasaan merokok. Tidak hanya merokok, paparan debu dan polusi udara berkepanjangan juga memicu terjadinya bronkitis kronis. 

Kondisi ini lebih sering menyerang orang dewasa berusia 40 tahun ke atas. Berbeda dari bronkitis akut yang dapat sembuh dengan sendirinya, bronkitis kronis membutuhkan penanganan dari dokter. Bronkitis kronis biasanya berlangsung hingga 2 bulan lamanya.  

Faktor risiko penyakit bronkitis

Bronkitis dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui perantara ludah. Orang yang mengalami bronkitis saat bicara atau batuk dapat menyebarkan virus. 

  • Sistem imun melemah 

Berbagai penyakit berhubungan dengan sistem imun tubuh seseorang termasuk bronkitis. Saat sistem tubuh lemah, Anda akan lebih rentan terkena bronkitis. Orang dengan sistem imun tidak stabil seperti bayi, anak-anak, serta lansia juga memiliki risiko terkena penyakit bronkitis lebih tinggi. 

  • Merokok baik aktif maupun pasif

Perokok aktif berisiko tinggi mengalami penyakit bronkitis. Selain perokok aktif, terdapat pula perokok pasif. Anda yang tidak merokok namun menghirup asap rokok dari sekitar disebut sebagai perokok pasif. Risiko terkena bronkitis pada perokok pasif sama besarnya dengan perokok aktif. 

  • Menderita GERD

Penderita refluks asam lambung atau GERD sering merasa nyeri ulu hati. Hal tersebut terjadi karena naiknya asam lambung. Jika terjadi terus menerus maka iritasi dinding tenggorokan mungkin terjadi dan memicu terjadinya bronkitis kronis. 

  • Paparan bahan iritan

Pekerjaan tertentu menyebabkan seseorang terpapar bahan iritan dalam waktu lama dan terus menerus. Orang yang bekerja pada industri pertambangan, pembuatan baja, serta pembuatan tekstil lebih rentan mengalami bronkitis. Bahan iritan yang seperti amonia, polisi udara pabrik, serta berbagai zat beracun industri lainnya meningkatkan risiko bronkitis. 

Pencegahan penyakit bronkitis

Sebelum terlambat, Anda dapat melakukan upaya pencegahan agar tidak terkena penyakit bronkitis. Beberapa langkah pencegahan yang dapat diterapkan yaitu:

  • Berhenti merokok dan hindari menjadi perokok pasif. 
  • Gunakan masker ketika bepergian. 
  • Mendapatkan vaksinasi terutama vaksin influenza dan pneumonia. 
  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun secara rajin.
  • Hindari berkontak langsung dengan pasien bronkitis.

Bronkitis akut biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu bahkan tanpa penanganan. Namun, mendatangi dokter tetap dapat dilakukan untuk membantu meringankan gejala yang dirasakan. Sedangkan bronkitis kronis harus ditangani oleh dokter sebab berisiko menyebabkan pneumonia. Jika sudah ada pada tahap pneumonia, Anda akan merasakan gejala seperti mual, muntah, diare, nyeri dada saat batuk dan bernapas, lelah, dan penurunan kesadaran. Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan bronkitis kronis secara tuntas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *