Menu Close

Penyebab Pendarahan Pasca Melahirkan Caesar

Penyebab Pendarahan Pasca Melahirkan Caesar

Melahirkan dengan normal merupakan impian setiap wanita, namun beberapa wanita tidak dapat melahirkan normal karena faktor tertentu. Sehingga mereka harus melakukan operasi caesar untuk membantu proses persalinan. Setelah seseorang melakukan operasi caesar biasanya mereka akan mengalami pendarahan pasca melahirkan. Hal itu normal terjadi, karena saat proses caesar pembuluh darah besar dipotong saat ahli bedah membuka dinding rahim untuk mendapatkan akses ke bayi.

Pada umumnya, wanita yang menjalani persalinan pervaginam mengalami perdarahan sebanyak 500 cc atau sekitar dua cangkir. Pada proses persalinan caesar, Anda mungkin dapat kehilangan darah dua kali lipat. Pasalnya, rahim memiliki salah satu suplai darah terbesar dari semua organ di tubuh. Perdarahan ini merupakan jenis keputihan, yang dikenal sebagai lokia, dan berwarna merah cerah.

Darah yang keluar akan disertai dengan gumpalan darah beku. Perdarahan ini akan berlangsung selama sekitar dua minggu hingga 6 minggu. Setelah itu, akan menjadi lebih berair dan warnanya semakin pudar. Perdarahan ini terjadi karena tubuh perlu mengeluarkan jaringan ekstra yang ada di dalam rahim. 

Selain karena tubuh mengeluarkan jaringan ekstra yang ada di rahim, berikut beberapa penyebab seorang wanita mengalami perdarahan pasca melahirkan secara caesar:

  • Pembuluh darah putus

Selama operasi caesar, terjadi laserasi yang menyebabkan perdarahan. Dalam beberapa kasus, sayatan awal tidak cukup lebar untuk bayi lahir dan ini menyebabkan jaringan dan pembuluh darah di sekitar area ini terputus saat bayi dilahirkan. Terkadang, perdarahan terjadi karena beberapa arteri dan vena di sekitar rahim secara tidak sengaja terpotong selama prosedur.

  • Perdarahan postpartum

Kehilangan banyak darah selama persalinan caesar adalah hal yang normal. Namun, bila ibu mengeluarkan darah terlalu banyak, ini bisa disebut perdarahan postpartum. Hal ini dapat terjadi jika organ dipotong, pembuluh darah tidak terpasang sempurna, atau keadaan darurat lain selama persalinan. Wanita yang memiliki masalah pembekuan darah juga bisa membuat pendarahan sulit dihentikan. 

  • Plasenta akreta

Kondisi ini adalah penyebab umum terjadinya perdarahan. Dalam kasus ini, perdarahan terjadi karena plasenta tidak terpisah secara alami dari rahim, karena tertanam di dalam. Wanita yang mengalami plasenta akreta berisiko mengalami perdarahan karena dokter harus mengeluarkan plasenta secara manual.

  • Laserasi

Saat bayi dilahirkan melalui sayatan, sayatan dapat merobek area yang tidak diinginkan oleh dokter bedah. Robekan ini sangat berisiko memengaruhi pembuluh darah di dekat rahim. Laserasi ini bisa menyebabkan pendarahan hebat, sehingga membutuhkan jahitan dan perbaikan ekstra. Dalam kasus yang jarang terjadi, kerusakan pada organ lain membutuhkan operasi kedua untuk memperbaikinya.

Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan pendarahan selama atau setelah operasi caesar itu mungkin saja terjadi, sehingga dapat dimaknai sebagai kondisi yang umum. Namun, beberapa kasus kondisi-kondisi di atas dapat membawa ibu ke dalam situasi berbahaya. Oleh karenanya amat disarankan melakukan persalinan di dokter yang telah menangani dia sejak awal proses kehamilan.

Sebab, dokter yang telah dirujuk seseorang sejak awal kehamilan memiliki rekam medis dan mengetahui secara jelas kondisi kehamilan mereka. Sehingga dokter tersebut akan lebih leluasa ketika harus mengambil satu tindakan tertentu.

Itulah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan perdarahan pasca melahirkan caesar. Meski perdarahan setelah persalinan caesar adalah normal, Anda sebaiknya tidak menganggap remeh. Disarankan Anda melakukan istirahat total di minggu-minggu awal setelah melahirkan. Hindari aktivitas berat karena dapat memengaruhi proses pemulihan serta meningkatkan perdarahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *