Menu Close

Penyebab Sunat Gemuk Yang Perlu Diketahui

“Ketahuilah beberapa penyebab alat vital agar penanganan sunat gemuk bisa berjalan maksimal.”

Sunat atau dalam istilah medis sirkumsisi merupakan suatu tindakan bedah yang bertujuan membuang kulit penis bagian luar yang menutupi kepala penis (glants) atau yang disebut kulup. Sementara itu, sunat gemuk merupakan tindakan yang dilakukan untuk anak bertubuh gemuk yang memiliki kondisi penis tenggelam. 

Pasca operasi sunat gemuk, penis akan memiliki cincin plastik di sekitarnya. Cincin akan lepas dengan sendirinya dalam 5 hingga 7 hari. 

Tidak ada jahitan dengan prosedur ini. Mungkin ada beberapa pembengkakan yang akan hilang dalam waktu sekitar 4 hari serta terdapat memar di daerah tersebut.

Mengapa diperlukan sunat gemuk? 

Biasanya, terdapat 2 masalah yang mungkin muncul pada penisnya. Yakni, mikropenis dan buried penis. 

Sebelum melakukan sunat gemuk, biasanya pasien tersebut perlu menjalani diet atau terapi hormon agar hasilnya maksimal.

  1. Mikropenis

Salah satu masalah pada penis yang perlu diperhatikan ialah mikro penis. Atau, sering disebut ukuran alat vital yang lebih kecil dari rata-rata ukuran sesuai usia. Biasanya, postur tubuh yang besar atau kelebihan berat badan mengakibatkan penis terhimpit sehingga terjadilah mikropenis atau pertumbuhannya di bawah rata-rata. 

Kebanyakan anak gemuk memiliki kondisi khusus seperti mikropenis. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh faktor hormonal ketika anak berada dalam kandungan 

Apabila dipengaruhi masalah hormonal, terjadi penghambatan terhadap kerja androgen khususnya testosteron dan dihidrotestosteron. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan organ kelamin luar. 

  1. Buried Penis

Buried penis atau penis tenggelam merupakan kelainan kongenital atau bawaan sejak lahir. Hal itu karena penis yang memiliki ukuran normal, tetapi tersembunyi dalam skrotum. 

Perlu diketahui bahwa, skrotum merupakan kantong yang membungkus testis yang terdiri dari kulit dan otot. 

Penis yang terkubur dapat disebabkan oleh beberapa penyebab seperti berikut ini. 

  • Terlalu banyak atau tidak cukup kulit khatan dihilangkan selama sunat. Kulit yang tersisa di sekitar penis dapat ditarik ke depan, menyembunyikan penis.
  • Ligamen yang menempelkan penis ke tubuh sangat lemah.
  • Terjadi pembengkakan skrotum akibat penumpukan cairan getah bening.
  • Lemak berlebih pada pria yang mengalami obesitas dapat menutupi penis.
  • Tampaknya kondisi tersebut bukan merupakan sifat bawaan atau ada hubungannya dengan hormon seseorang.

Metode Penanganan Sunat Gemuk 

Pembedahan biasanya diperlukan untuk mengobati penis yang terkubur pada sunat gemuk. Pada anak-anak yang sangat muda, kondisi ini dapat sembuh tanpa intervensi apa pun.

Ada beberapa bentuk operasi diperlukan sebagai berikut: 

  • Ligamen yang menghubungkan pangkal penis ke tulang kemaluan perlu dilepaskan
  • Melakukan cangkok kulit untuk menutupi area penis di mana cakupan kulit diperlukan;  ini bisa diperlukan jika sunat menghilangkan terlalu banyak kulit
  • Sel-sel lemak di bawah kulit dari area sekitar penis perlu disedot dengan kateter yang disebut metode hisap lipectomy. 
  • Abdominoplasty, di mana kelebihan lemak dan kulit dari daerah tersebut dihilangkan dalam prosedur bedah kosmetik yang kadang-kadang disebut “tummy tuck”
  • Perlu dilakukan pengangkatan bantalan lemak yang berada tepat di atas area kemaluan atau proses tersebut sering disebut dengan Escutheonectomy

Selanjutnya, diperlukan antibiotik jika infeksi telah berkembang di area genital. Juga, konseling psikologis mungkin diperlukan jika kondisinya cukup serius sehingga memengaruhi kesehatan seksual.

Sebagai langkah yang lebih baik, intervensi bedah sunat gemuk sebaiknya dilakukan saat usia muda. Sebab, seiring bertambahnya usia pria dan ereksi yang lebih sering dan akumulasi lemak yang lebih besar di daerah kemaluan, solusi bedah menjadi lebih menantang. 

Apalagi, tidak ada data yang baik tentang seberapa besar kemungkinan penis yang terkubur akan sembuh dengan sendirinya pada masa remaja atau dewasa ketika didiagnosis pada bayi atau anak laki-laki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *