Menu Close

Prosedur Pemasangan dan Perawatan Behel Gigi

behel gigi

Meski sudah tak sepopuler beberapa waktu sebelumnya, tren behel gigi masih terus bertahan hingga kini. Pemasangan behel gigi bertujuan untuk membuat susunan gigi seorang lebih rapih dari sebelumnya, meski tak jarang orang memasang behel demi kebutuhan penunjang penampilan. 

Prosedur pemasangan behel gigi cukup dan  perawatannya cukup kompleks dan panjang. Faktor utama agar behel dapat terpasang, gigi dan gusi seseorang harus masih dalam keadaan sehat dan kuat. Pasalnya, proses pemasangan kawat akan memberikan tekanan berlebih pada gusi dan gigi. Bila sebelumnya kamu sudah mengalami masalah mulut, pasang behel tentu akan memperparah masalah tersebut.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang harus dipertimbangkan sebelum kamu memutuskan untuk memasang behel gigi:

  • Gigi orang dewasa sudah tidak akan tumbuh lagi, sehingga sebagian perubahan struktur gigi tidak bisa dicapai tanpa operasi;
  • Proses pembenahan atau perawatan menggunakan kawat gigi pada orang dewasa dapat berlangsung lebih lama dibandingkan dengan anak-anak. Meski proses pembenahan berbeda-beda bagi setiap orang, rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu selama dua tahun;
  • Jika penggunaan behel disertai perawatan dental lainnya, kamu perlu menemui dokter gigi lebih sering agar tidak terjadi efek samping, contohnya seperti penyakit gusi.

Berikut kira-kira prosedur umum pemasangan behel gigi:

  • Konsultasi ke dokter gigi

Sebelum memasang kawat gigi, seseorang harus melakukan konsultasi terlebih dahulu. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan sinar X untuk melihat kondisi gigi. 

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter gigi akan menjelaskan beberapa pilihan terapi yang tepat dan perkiraan berapa lama terapi akan dilakukan. Setelah itu pada pertemuan berikutnya pemasangan behel gigi bisa dilaksanakan.

  • Proses pemasangan behel gigi

Sebelum kawat gigi dipasang, gigi akan dibersihkan, dihaluskan, dan dikeringkan agar kawat gigi dapat melekat dengan baik. Sebuah lem kemudian akan dipasang pada permukaan gigi Anda. Setelah itu kawat gigi akan dipersiapkan.

Pada kawat gigi terdapat bracket yang berfungsi sebagai ‘jangkar’ bagi kawat gigi. Bracket juga akan dipasang lem, lalu dilekatkan ke gigi pada tempat yang telah ditentukan sebelumnya.

Kelebihan lem akan dibersihkan. Lem tersebut akan disinari dengan cahaya berkekuatan tinggi agar lem menjadi keras sehingga kawat gigi tidak mudah lepas. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit tergantung dari tingkat keparahan kondisi gigi.

Setelah pemasangan kawat gigi, posisi kawat yang menarik gigi menimbulkan rasa nyeri terutama 4-6 jam setelah prosedur selesai. Nyeri akan bertahan hingga 3-5 hari dan setelah itu akan mulai berkurang. 

Dokter akan memberikan obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri. Seseorang yang baru melakukan pemasangan behel gigi juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang lunak agar tidak menimbulkan rasa nyeri yang berlebihan.

Setelah pemasangan, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Kontrol rutin

Seiring dengan berjalannya waktu, kawat gigi dapat menjadi longgar sehingga tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengubah posisi gigi. Seseorang dianjurkan kontrol rutin untuk melihat perkembangan gigi sekaligus untuk mengencangkan kembali kawat gigi setiap 3-10 minggu tergantung jenis kawat gigi yang digunakan. 

  • Pelepasan kawat gigi dan perawatan setelah pelepasan

Setelah dokter gigi memastikan bahwa terapi telah selesai, maka kawat gigi akan dilepas. Secara perlahan lem yang telah keras akan dipecah dengan hati-hati. Sisa lem yang masih melekat pada permukaan gigi juga akan dibersihkan.

Setelah pelepasan kawat gigi, pasien diharuskan untuk menggunakan alat yang disebut sebagai retainer. Alat ini digunakan di dalam mulut untuk mencegah gigi kembali ke posisi semula. Retainer harus digunakan selama 6 bulan tanpa dilepas, setelah 6 bulan maka penggunaan retainer bisa pada malam hari saja saat tidur.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk merawat gigi yang dipasang behel:

  • Rajin menyikat gigi dua kali sehari, pada pagi setelah sarapan dan sebelum tidur;
  • Gunakan sikat gigi khusus ortho yang biasanya diberikan oleh dokter gigi;
  • Bersihkan sela-sela gigi dan kawat pakai sikat interdental dan benang gigi;
  • Berkumur dengan obat kumur yang mengandung fluoride guna mencegah gigi berlubang;
  • Hindari makanan yang keras dan lengket karena dapat merusak kawat gigi;
  • Hindari pula makanan dan minuman yang bersifat asam atau manis untuk mencegah risiko gigi berlubang.

Behel gigi memang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di awal pemasangannya. Akan tetapi, behel gigi bisa membantu mengatasi berbagai masalah gigi dan mulut. Umumnya orang memakai kawat gigi selama dua tahun. Namun, durasi pemakaian behel masing-masing orang bisa berbeda. Ini tergantung kondisi gigi masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *