Menu Close

Sering Tak Disadari, Ternyata Inilah Penyebab Biduran

Dari sekian banyaknya permasalahan yang terjadi pada kulit, biduran adalah hal paling umum yang sering terjadi. Biduran atau disebut juga bentol dan gatal yang muncul tiba-tiba dapat menjadi tanda adanya reaksi alergi atau biduran.  

Biduran merupakan reaksi kulit yang ditandai dengan timbul bentol atau bercak-bercak kemerahan. Ruam biasanya muncul disertai gatal.  

Penyebab biduran kambuh bisa karena paparan udara dingin

Pada beberapa kondisi, biduran dapat hilang dengan sendirinya.  Namun ada pula yang perlu pengobatan untuk mengurangi biduran.

Pada seseorang yang terkena biduran selain bercak kemerahan, akan timbul bengkak pada bibir ataupun kelopak mata.  Jika sudah parah, dapat timbul seperti sesak napas, muntah terus menerus, bengkak menyebar hingga ke tangan dan kaki.

1. Reaksi Alergi

Biduran biasanya disebabkan oleh reaksi alergi terhadap sesuatu yang Anda temui atau telan. Kontak dengan alergen seperti bulu binatang, cuaca dingin, debu, asap, serta serbuk bunga juga menjadi penyebab biduran yang sering terjadi.

Beberapa makanan seperti susu, telur, makanan laut dapat menyebabkan alergi. Ketika Anda memiliki reaksi alergi, tubuh Anda mulai melepaskan histamin ke dalam darah Anda. 

Histamin adalah bahan kimia yang diproduksi tubuh Anda dalam upaya untuk mempertahankan diri terhadap infeksi dan penyusup luar lainnya. Sayangnya, pada beberapa orang, histamin dapat menyebabkan pembengkakan, gatal, dan banyak gejala yang dialami oleh gatal-gatal. 

2. Iritasi Akibat Keringat Berlebih

Biduran mungkin juga disebabkan oleh keadaan selain alergi seperti paparan sinar matahari langsung. Terlebih untuk kondisi kulit yang memiliki masalah dermatologis langka, seperti solar urticaria. 

Kondisi ini bisa menyebabkan iritasi karena keringat berlebihan. Penderita masalah kulit ini, umumnya lebih rentan terhadap penyakit biduran apabila terkena sinar matahari langsung. Selain kemunculan bentol kemerahan di kulit yang disertai rasa gatal, reaksi alergi paparan sinar matahari, juga akan disertai sakit kepala, mual hingga sesak napas.

3. Reaksi Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab biduran yang jarang disadari. Sejumlah obat yang mengandung antibiotik, anti-inflamasi nonsteroid, krim kortikosteroid, insulin, vaksin, obat untuk hipertensi dan obat untuk kemoterapi adalah beberapa contoh yang menjadi penyebab biduran.

Obat-obat tersebut dapat memicu munculnya zat histamin dan menimbulkan reaksi alergi berupa batuk dan mata berair, juga menjadi penyebab penyakit biduran.

4. Gigitan Serangga

Gigitan serangga tertentu juga dapat menyebabkan reaksi alergi dan menyebabkan penyakit biduran, lho. 

Sebaiknya, Anda mewaspadai beberapa jenis serangga, seperti kutu, nyamuk, dan tangau. Apabila gigitan serangga ini tidak diatasi dengan baik, dapat menyebabkan biduran kronis.

5. Stres

Stres dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan emosional Anda termasuk menimbulkan munculnya biduran. Hal ini karena ketika stres, tubuh akan memproduksi hormon adrenalin lebih banyak dari biasanya. 

Hormon tersebut memicu timbulnya bentol dan gatal, dan biasanya akan hilang dalam waktu 30-60 menit setelahnya.

6. Menderita Penyakit Tertentu

Pada kasus yang parah, ternyata biduran menjadi tanda Anda sedang mengidap penyakit tertentu. Misalnya hepatitis hingga kanker.

Penderita hepatitis, terutama hepatitis A umumnya akan mengalami perubahan warna di bagian tubuh tertentu, mengalami nyeri otot, hingga muncul biduran yang disertai rasa gatal. Penderita biduran yang disebabkan oleh hepatitis A, dikategorikan dalam jenis biduran akut dan bisa disembuhkan.

Selain hepatitis, kanker juga bisa jadi penyebab biduran yang muncul tiba-tiba. Hal ini disebabkan karena penderita kanker memiliki sistem imun yang lemah dan mudah terserang berbagai jenis penyakit. Belum lagi konsumsi obat-obatan kemoterapi, yang bisa juga meningkatkan risiko penyakit biduran.

Penyakit biduran lebih banyak dikaitkan dengan kanker otak, sarkoma retroperitoneal, kanker vulva, kanker ginjal, kanker kandung kemih dan kanker yang berkaitan dengan sistem ekskresi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *