Menu Close

Tes Darah Lab Kimia Farma Surabaya

Ginjal yang sehat akan membersihkan kotoran dan cairan berlebih dari dalam darah Anda. Tes darah Lab Kimia Farma Surabaya akan menunjukkan seberapa baik ginjal Anda bekerja dan seberapa cepat kotoran atau produk limbah dibuang dari dalam tubuh. Tes urin juga dapat mendeteksi apakah ginjal melepaskan terlalu banyak protein yang tidak normal, yang mana sebuah tanda adanya kerusakan ginjal. Artikel ini akan membahas tes darah sebagai fungsi ginjal Lab Kimia Farma Surabaya. 

Dalam tes darah Lab Kimia Farma Surabaya, petugas pelayanan medis akan menusukkan jarum ke lengan seseorang untuk mengambil sedikit sampel darah. Seseorang mungkin akan diminta untuk berpuasa sebelumnya atau melakukan hal ini di pagi hari. 

  • Tes kadar kreatinin

Level kreatinin yang terlalu tinggi dapat menjadi sebuah tanda bahwa ginjal Anda memiliki masalah dalam melakukan tugasnya. Dokter juga akan melakukan tes kadar kreatinin sebagai bagian dari tes pembersihan kreatinin. Lembaga Ginjal Nasional menyatakan bahwa kadar kreatinin lebih dari 1,2 pada wanita atau 1,4 pada pria dapat menjadi sebuah tanda awal bahwa ginjal Anda tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Angka tersebut dapat berlanjut naik seiring dengan berkembangnya penyakit. Dokter juga akan menghitung laju filtrasi glomerulus (GFR) seseorang dengan menggunakan tes ini untuk mengonfirmasi diagnosis mereka dan melakukan tes lanjutan lainnya untuk memeriksa hasil mereka. Nilai GFR biasanya 60 ke atas, dengan GFR sekitar 60 atau lebih rendah dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan ginjal. 

  • Tes urea nitrogen darah

Tes urea nitrogen darah atau disingkat BUN digunakan untuk memeriksa produk sisa atau limbah lainnya di dalam darah, misalnya urea nitrogen, yang mana terjadi saat protein dari makanan hancur, dan kadar yang meningkat dapat menjadi sebuah tanda ginjal Anda tidak menyaring produk limbah ini dengan efektif. Kadar BUN biasanya berada di angka 7 hingga 20 miligram per decilitre. Nilai yang lebih tinggi dapat menjadi sebuah tanda adanya kondisi kesehatan medis yang memengaruhi ginjal. Banyak hal dapat memengaruhi kadar BUN, misalnya obat-obatan dan antibiotik. Diet yang tinggi kandungan protein juga dapat memengaruhi kadar BUN. Dokter biasanya akan membandingkan hasil tes dengan hasil dari tes kadar kreatinin untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik seputar seberapa baik ginjal Anda menyaring produk limbah tersebut. 

Hasil yang positif pada beberapa tes dapat menjadi tanda adanya masalah pada ginjal Anda. Hasil dari masing-masing tes akan membantu dokter memiliki gambaran yang lebih baik seputar kondisi kesehatan ginjal seseorang. Tes juga dapat membantu mengidentifikasi penanda penyakit ginjal agar bisa dilakukan tes lanjtuan lainnya. Setelah dokter mengidentifikasi adanya masalah pada ginjal, dokter akan bekerja melakukan diagnosis masalah dan mengembangkan rencana perawatan. Banyak dari penyebab kondisi dapat mengakibatkan hilangnya fungsi ginjal. Diagnosis yang menyeluruh merupakan kunci dalam menemukan perawatan yang tepat. 

Tes fungsi ginjal Lab Kimia Farma Surabaya merupakan bagian penting proses diagnosis dan perawatan gangguan yang memengaruhi ginjal. Meskipun Anda tidak memiliki gejala apapun, beberapa orang perlu melakukan tes dengan teratur. Institut Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal Nasional merekomendasikan orang-orang yang memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita penyakit ginjal untuk mendapatkan tes fungsi ginjal Lab Kimia Farma dengan teratur. Mereka yang memiliki risiko tinggi di antaranya adalah orang-orang penderita tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, dan mereka dengan riwayat keluarga menderita penyakit ginjal dan kegagalan ginjal. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *