Menu Close

Tidur Selama Operasi dengan Midazolam

Pernahkan Anda membayangkan apa yang terjadi pada seseorang saat dilakukan tindakan pembedahan? Tentu saja, pasien tersebut dibuat tidur agar tidak merasakan sakit. Salah satu obat yang sering dipakai untuk bius ini umumnya Midazolam. Jika Anda penasaran apa yang terjadi pada seseorang ketika dibius dengan midazolam, efek samping dan persiapan sebelum dilakukan pembiusan, simak penjelasan berikut ini.

Apa yang akan terjadi ketika dibius umum?

Bius umum merupakan tindakan sebelum operasi yang dapat membuat seseorang dalam kondisi seperti tidur. Di bawah pengaruh obat bius, seseorang masuk lebih dalam pada tidurnya serta otak tidak bereaksi terhadap rangsangan nyeri sehingga saat dilakukan apa saja selama operasi, tidak akan menyebabkan rasa sakit.

Apa efek midazolam?

Efek samping dari midazolam dapat menyebabkan penekanan pada sistem pernapasan sehingga menyebabkan orang yang menggunakannya sulit untuk bernapas. Oleh karena itu, midazolam sebaiknya tidak digunakan pada pasien dengan penyakit pernapasan seperti PPOK. Jika penggunaannya tidak tepat, midazolam dapat menyebabkan napas berhenti yang akhirnya mengakibatkan kerusakan pada otak secara permanen bahkan dapat menyebabkan kematian. Efek samping yang sering terjadi dengan penggunaan midazolam antara lain:

  • Rasa lelah
  • Sakit kepala
  • Sulit mengontrol diri
  • Gangguan keseimbangan
  • Gampang marah
  • Halusinasi
  • Bicara tidak jelas
  • Gemetaran
  • Sulit bernapas

Selain untuk bius sebelum operasi, midazolam juga digunakan untuk membius orang yang dipasang alat bantu napas seperti ventilator mekanik.

Sadar penuh saat operasi

Meskipun dapat mengakibatkan seseorang tertidur pulas dan tidak merasakan sakit, pada beberapa kasus walaupun sudah diberikan bius umum, seseorang masih bisa sadar penuh saat operasi. Hal ini bisa disebut sebagai anesthesia awareness. Gejalanya bervariasi dari ringan sampai berat. Ada yang hanya bisa mendengar obrolan dokter tanpa merasakan sakit selama operasi. Ada juga yang bisa merasakan rasa sentuhan namun tidak sakit. Pada kasus yang paling parah, ada yang merasakan sakit namun di saat bersamaan orang tersebut tidak dapat bergerak sehingga tidak dapat memberitahukan dokter. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *