Menu Close

Tips Memilih Nipple Cream untuk Ibu Menyusui

Masa menyusui merupakan momen yang penting dan berharga bagi seorang ibu dan bayinya. Tidak jarang, sang ibu mengalami banyak kendala saat memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif pada bayinya. Salah satunya yaitu puting susu sang ibu yang mengalami nyeri, luka, lecet maupun berdarah. Biasanya para ibu menggunakan nipple cream untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Meskipun mengalami berbagai rintangan, menyusui bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sang bayi dan juga membangun terjalinnya hubungan emosional antara ibu dan anak. Momen menyusui juga sangat baik bagi perkembangan mental dan psikis sang anak. Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber gizi utama bagi bayi baru lahir yang belum bisa mengonsumsi makanan padat. 

Namun saat puting susu sang ibu mengalami lecet saat menyusui, nipple cream bisa menjadi solusi yang tepat. Sebenarnya ada beberapa cara lain yang dapat dicoba. Akan tetapi, sebagian besar ibu memilih menggunakan nipple cream karena lebih mudah dan praktis. Berikut tips bagi para ibu untuk memilih produk nipple cream yang tepat, antara lain:

  • Bahan yang terkandung pada nipple cream

Hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih nipple cream, yaitu bahan yang terkandung di dalamnya. Carilah bahan yang juga aman untuk bayi. Saat sang ibu menggunakan niplle cream, krim tersebut membutuhkan waktu untuk meresap ke dalam kulit. Sehingga jika si buah hati tiba-tiba ingin menyusu, ia tidak terkena efek sampingnya. 

Hindari memilih nipple cream yang mengandung vitamin E, karena belum ada penelitian yang mengetahui keamanannya jika tertelan oleh bayi. Selain itu, kandungan petroleum jelly juga tidak aman jika tertelan oleh bayi. Jika kamu memilih alergi terhadap wol, hindari nipple cream yang mengandung lanolin. Pilihlah nipple cream yang mengandung shea butter zaitun, kakao, kelapa dan zaitun.

  • Aroma nipple cream

Kedua, pilihlah nipple cream yang memiliki sedikit atau tidak beraroma sama sekali. Alasannya, bayi mungkin sensitif terhadap bau yang menyengat dan akhirnya menolak untuk menyusu. Aroma pada nipple cream hanyalah bagian dari gimmick pemasaran saja. Aroma yang terdapat di nipple cream tidak memberikan manfaat tambahan dalam proses penyembuhan puting susu sang ibu yang sedang bermasalah. 

  • Tekstur krim puting

Ketiga, pilihlah nipple cream yang memiliki tekstur yang halus, tidak lengket dan mudah diaplikasikan.. Jangan menggunakan krim yang terlalu padat dan lengket karena sulit dipakai dan juga menyerapnya lama. Tidak hanya itu, nipple cream yang kepadatannya tidak pas mungkin saja meninggalkan noda di bra. Nipple cream yang mudah menyerap juga akan memudahkan sang ibu saat proses menyusui.

  • Harga nipple cream

Banyaknya nipple cream yang tersedia di pasaran terkadang membuat sang ibu kesulitan saat memilihnya. Selain bahan, aroma dan tekstur, hal selanjutnya yang harus diperhatikan yaitu harga. Biasanya nipple cream yang mengandung lebih banyak bahan alami akan memiliki harga yang lebih mahal daripada yang lain. Namun kecocokan penggunaan nipple cream tergantung oleh kulit masing-masing ibu.

  • Hindari nipple cream mengandung alkohol

Alkohol memang dikenal sebagai bahan yang baik untuk membunuh bakteri. Namun ternyata alkohol tidak cocok untuk merawat kulit, apalagi puting susu yang sensitif. Alkohol akan membuat kulit menjadi kering, menimbulkan lebih banyak retakan pada puting susu, bahkan membuat outing semakin sakit. Oleh sebab itu, hindari krim puting yang mengandung alkohol.

  • Hentikan penggunaannya saat mengalami efek mati rasa

Apabila saat penggunaan nipple cream menyebabkan mati rasa, sebaiknya hentikan pemakaiannya secepat mungkin. Bisa jadi nipple cream tersebut mengandung steroid atau sejenisnya yang dapat menyebabkan efek mati rasa. Efek tersebut mungkin membuat rasa sakitnya hilang. Namun beberapa jam setelahnya, rasa tersebut bisa saja muncul kembali. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *